Karakteristik Orang Jepang yang Unik dan Menarik

Terkenal karena berbagai macam budayanya, Jepang juga menjadi negara yang sangat populer akan karakteristik orang-orangnya yang cukup unik. Cara hidup mereka yang sangat unik membuat orang-orang Jepang tersebut terlihat sangat menarik. Identitas inilah yang kemudian berhasil membedakan mereka dengan orang-orang dari negara lain. Bahkan, ada beberapa karakteristik baik yang bisa kita tiru di dalam kehidupan sehari-hari.

Karakteristik Orang Jepang yang Unik dan Menarik

Tidak hanya budayanya saja yang sangat terkenal, banyak orang mengenal Jepang dari berbagai sisi, baik itu makanannya dan juga gaya hidupnya yang sehat. Ternyata hal ini tidak terlepas juga dari karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang Jepang yang memang sudah tertanam sejak dahulu.

Jepang menjadi salah satu dari negara impian yang ingin dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia. Begitu banyak hal-hal menarik yang ada di Jepang. Berikut ini akan dibahas beberapa karakteristik daftar s1288 dari orang Jepang yang cukup unik dan juga menarik.

Tepat waktu

Orang-orang dan juga seluruh sistem yang ada di Jepang memiliki sebuah rasa hormat yang sangat tinggi pada disiplin dan juga tepat waktu. Kereta api serta transportasi publik lain seperti bus juga akan sangat tertib soal hal ini. Bahkan, sebuah perusahaan kereta api yang ada di sana pernah mengeluarkan sebuah permintaan maaf pada publik hanya karena berangkat lebih cepat 25 detik dari jadwal awal.

Selain itu, perusahaan kereta api juga mengeluarkan sebuah slip permintaan izin terlambat bagi para penumpang yang terkena imbas akibat keterlambatan mereka agar nantinya bisa ditunjukkan pada atasannya.

Pekerja yang lebih keras

Orang Jepang adalah orang-orang yang selalu menghormati tugas apapun yang mereka lakukan, terutama yang terkait dengan sebuah pekerjaan. Hal ini diungkapkan dalam istilah “karoshi” yang juga sering digunakan untuk menggambarkan sikap mereka terhadap pekerjaan yang memiliki arti “mati karena terlalu banyak memiliki pekerjaan.”

Sehingga, normal apabila anda melihat orang Jepang bekerja jauh lebih lama dibanding dengan apa yang diharapkan. Bahkan, tidur siang di kantor adalah sebuah hal yang biasa.

Sangat tekun dalam pekerjaan

Mereka adalah orang-orang yang begitu tekun dalam bekerja hingga terkadang banyak yang tidak libur. Tenaga kerja di sana di ketahui menghabiskan hampir 200 sampai dengan 400 jam lebih banyak untuk bekerja, daripada negara seperti Jerman dan juga Prancis. Hal ini berimbas pada hilangnya libur tahunan yang ada di Jepang hingga 17 persen karena banyak orang yang tidak mau menggunakannya.

Bahkan, belum lama ini meskipun supir bus dalam masa demonstrasi namun mereka tetap bekerja menolak bayaran dari para penumpang. Hal ini membuat perusahaan rugi namun tidak merugikan para penumpang.

Sangat sopan

Salah satu cara menyapa orang Jepang yang paling terkenal adalah dengan cara membungkuk satu sama lainnya. Tidak cuma sekali bahkan mereka bisa melakukannya sebanyak tiga kali. Sopan dalam bahasa Jepang disebut “reigi tadashii”. Di masa modern, selain untuk menyapa, berterima kasih, dan juga meminta maaf, membungkuk juga bisa digunakan untuk dapat menyampaikan perasaan hormat, penghargaan, serta sebuah penyesalan. Rendahnya membungkuk pun juga tergantung dari pesan yang nantinya ingin disampaikan.

Kebersihan sebagai sebuah budaya

Sekolah-sekolah yang ada di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan. Para murid dan guru memang terbiasa membersihkan segala sesuatunya sendiri. Mereka bisa membuang sampah, menyapu, hingga menyeka debu di bangunan sekolah paling tidak sekitar 30 menit di siang hari. Kebiasaan ini juga sudah tertanam dalam sistem nilai mereka. Tidak hanya itu saja, semua pekerja termasuk penjaga toko pun juga akan sangat menjunjung tinggi kebersihan. Mereka juga sangat terobsesi menjaga kebersihan lingkungannya.

Lebih sehat

Nasi merupakan salah satu dari makanan pokok mereka. Namun hal itu tentunya kurang mengenyangkan, kurang bergizi, dan juga sangat kalori. Sehingga, orang Jepang biasanya akan mencampur nasi dengan makanan lain seperti ikan, sayuran, makanan yang difermentasi, dan berbagai buah-buahan. Selain itu, cara makan mereka juga mencegah makan berlebihan dan juga menghilangkan kadar glikemik yang tinggi.

Gaya hidup aktif

Orang-orang di Jepang menjalani sebuah gaya hidup yang sangat aktif sejak kecil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, di ketahui jika lebih dari 89 persen anak di Jepang sudah berjalan atau bersepeda ke sekolah. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak Jepang memiliki paling tidak 60 menit aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Selain itu, orang-orang di Jepang terbiasa juga berjalan kemana-mana bahkan sampai hingga lima kilometer. Penggunaan mobil di sana dilihat sebagai kemewahan atau hobi saja.

Tidak berisik di dalam transportasi publik

Ngobrol santai di dalam sebuah transportasi umum atau bahkan menerima telepon dengan suara yang mampu didengar oleh satu gerbong kereta mungkin akan sering kita jumpai di Indonesia. Tapi, ketika anda berada di dalam transportasi publik di Jepang anda akan merasa sangat sunyi, padahal jumlah orang yang ada di dalam sangat penuh layaknya sebuah ikan sarden yang berada di dalam sebuah kaleng.

Hal ini karena orang Jepang memang tidak ingin mengganggu ketenangan umum, jika ponselnya berbunyi mereka nantinya akan langsung menolak panggilannya atau berbicara sebentar menjelaskan bahwa mereka saat itu sedang berada di transportasi umum.

Sudah diajarkan mandiri sejak kecil

Kebiasaan baik dari warga Jepang tentunya tidak datang dengan sendirinya. Mereka yang memang sudah dididik sedari kecil untuk bersikap lebih sopan dan tertib. Mulai dari preschool dan TK anak-anak di Jepang mereka sudah dibiasakan mandiri, mereka akan diajarkan merapikan alat makannya, kemudian menaruh dan juga mencucinya sendiri.

Minat baca yang sangat tinggi

Tingkat membaca dari masyarakat Jepang termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di Jepang membaca seolah-olah menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakatnya. Walaupun zaman sudah semakin canggih masyarakat Jepang memang tetap tidak melupakan kebiasaan membaca buku.

Mereka bisa membaca dimanapun mereka berada, bahkan di dalam sebuah transportasi publik sekalipun. Anak-anak di Jepang sudah dibiasakan membaca sejak dini, di sekolah mereka biasanya dibiasakan untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan sebuah kegiatan belajar mengajar.

Bersepeda

Seperti yang sudah kita bahas di atas, bahwa orang-orang Jepang sangat aktif. Jepang adalah negara maju sehingga mereka bisa memproduksi sendiri kendaraan seperti motor dan juga mobil. Tapi, justru para pelajar yang ada di Jepang lebih memilih naik sepeda dibandingkan dengan naik motor atau mobil pribadi.

Sangat berbanding terbalik ya dengan kebanyakan pelajar di Indonesia yang lebih memilih berangkat sekolah menggunakan motor walaupun belum punya sim.

Demikian itulah beberapa karakteristik dari orang Jepang yang sangat unik dan juga menarik. Orang Jepang adalah orang-orang yang dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi, maka tidak heran jika negara ini semakin lama semakin maju.

Kebiasaan Buruk & Kekurangan dari Orang Jepang

Ketika mendengar nama negara Jepang, pastinya maka yang terbayang adalah orang-orangnya yang memang sangat disiplin, sopan, pintar dan juga rajin dalam membaca. Di jepang murid-murid disana biasanya akan belajar sekitar 12 jam bahkan bisa lebih dalam sehari. Waktu belajar dari pagi jam 08.00 sampai dengan 17.00. Setelah selesai di sekolah, biasanya anak-anak Jepang akan belajar di Juku semacam les.

Alhasil, anak-anak di Jepang umumnya akan jarang bermain. Mengenai disiplin waktu orang Jepang, mereka adalah orang-orang yang sangat menghargai waktu, telat bagi mereka adalah sebuah kesalahan besar dan juga merupakan sebuah aib memalukan. Orang jepang juga sangat kreatif dalam berinovasi, dan ada beberapa hal baik lainnya dari kebiasaan orang Jepang.

Kebiasaan Buruk & Kekurangan dari Orang Jepang

Tetapi, ternyata orang jepang juga memiliki beberapa kebiasaan dan juga hal-hal yang buruk pada diri mereka. Yang tentunya hal-hal tersebut tidak patut untuk ditiru, hanya yang baik-baik saja yang nantinya akan boleh ditiru. Berikut ini adalah beberapa kebiasan buruk yang ternyata biasa dilakukan oleh orang-orang Jepang.

Jarang mandi

Melihat orang Jepang yang umumnya memiliki kulitnya putih mulus, maka mungkin banyak yang juga menganggap bahwa orang jepang ini sering mandi dan juga luluran, hingga menganggap bahwa orang Jepang ini sangat hobi melakukan perawatan kulit. Akan tetapi pada kondisi sebenarnya ternyata tidak demikian, ternyata orang Jepang ini cukup jarang mandi. Nah, apa lagi luluran maka mereka lebih jarang lagi.

Tahukah Anda, bahwa keseharian dari orang Jepang sebelum berangkat kerja atau berangkat kuliah / sekolah, mereka hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja. Bahkan, orang Jepang yang hanya akan mandi seminggu sekali di pemandian air panas. Yang cukup unik atau juga aneh mandi di pemandian air panas tersebut dilakukan secara beramai-ramai dan nantinya tanpa menggunakan pakaian apapun.

Menganggap seks bebas adalah hal yang lumrah

Sudah menjadi hal yang umum yang dilakukan oleh banyak orang Jepang, bahwa orang jepang sering melakukan seks bebas, dimana di Negara Indonesia, seks bebas sendiri adalah hal yang cukup memalukan. Sehingga dalam hal ini mungkin negara kita masih lebih baik. Kondisi di Jepang yang seperti ini, tentunya tidak lepas dari tumbuh suburnya industri film dewasa yang ada di Jepang.

Hal ini menyebabkan orang Jepang memiliki “sifat” menganggap jika seks bebas ini adalah sebuah hal yang wajar, hal ini juga yang menyebabkan tingginya penyakit HIV di jepang. Yang sangat mengejutkan, bahwa idusyri dari film dewasa Jepang memiliki pendapatan yang sangat besar yang bahkan setara juga dengan otomotif.

Fenomena dibebaskan-nya dan juga dilegalkannya penjualan video dewasa ini, menyebabkan sekitar 90% wanita muda yang ada di Jepang sudah bukan perawan lagi. Sisanya sekitar 10% yang masih memang masih perawan.

Bukti nyata tentang kondisi di negara Jepang dan masyarakatnya yang menganggap jika seks bebas adalah hal yang lumrah. Salah satu akibat dari kebiasaan buruk ini adalah banyak terjadinya kasus pelecehan seksual di kereta dan beberapa tempat lainnya.

Sering bunuh diri

Orang jepang sering bunuh diri, hal ini mungkin juga sudah umum diketahui. Biasanya mereka akan melakukan bunuh diri karena malu, rasa malu tentunya boleh bahkan bagus seperti malu berbuat kejahatan, malu korupsi dan lain sebagainya. Namun tindakan bunuh diri adalah sebuah tindahakan yang tidak di benarkan. Tidak sedikit pelajar di Jepang yang tidak lulus lalu bunuh diri, ada juga yang bunuh diri disebabkan karena banyaknya hutang. Bahkan, di jepang ada tempat-tempat “favorit” mereka untuk bunuh diri, yaitu hutan Aokigahara dan air terjun Kegon.

Tingkat bunuh diri di Jepang adalah yang tertinggi di dunia. Sedikitnya ada 76 orang bunuh diri per hari di Jepang sesuai dengan data kepolisian Jepang, tahun 2012. Bunuh diri di Jepang, umumnya karena beberapa masalah ekonomi, misalnya terlilit hutang besar. Empat orang direksi dari sebuah perusahaan bunuh diri, karena perusahaannya terbelit hutang yang cukup banyak.

Sekarang, setiap hari semakin banyak kasus kejahatan, kekerasan, perkelahian, pembunuhan, hingga bahkan bunuh diri. Bahkan dalam seminggu sekali, ada saja muncul beberapa kasus bunuh diri pelajar sekolah menggunakan sebuah gas beracun. Anak usia 14 tahun itu mengakhiri hidupnya dengan membuat gas beracunnya sendiri.

Dari pemakaian internet yang salah, anak kecil dari mulai sekolah dasar sampai orang dewasa mudah mencari segala macam info, termasuk dengan meracik gas beracun. Itulah yang dilakukan anak muda yang bunuh diri di Jepang saat ini, menggunakan bahan dari gas beracun.

Ada yang mengatakan jika kondisi di Jepang saat ini, dengan biaya hidup yang sangat tinggi dan kondisi sosial yang menurun di Jepang, mengakibatkan sebagian orang Jepang berpikir untuk bunuh diri.

Harus menuangkan sake kepada atasan

Jika boss masih ingin minum-minum sake, tidak ada satu orang pun yang nantinya boleh pulang. Jepang sebenarnya dalam sebuah kondisi sosial masyarakat yang hirarki cukup ketat, yaitu orang-orang yang hanya punya jabatan rendah, biasanya harus tunduk kepada atasan-atasan mereka.

Hal ini dapat terlihat di dalam sebuah acara minum-minum antar pekerja perusahaan, orang yang nantinya hanya memiliki jabatan rendah maka harus mengikuti aturan mainnya, yaitu memastikan gelas si atasan tidak pernah kosong.

Sebenarnya budaya seperti ini sudah lama ingin ditinggalkan, hal tersebut juga terbukti dengan dilakukannya sebuah survei dari lembaga organisasi Jepang, bahwa sebagian besar orang Jepang sudah muak dengan budaya ini.

Harus memberikan uang untuk datang ke acara pernikahan

Perlu diketahui, sebuah fenomena yang cukup unik atau aneh, bahwa nantinya para tamu di acara pernikahan Jepang biasanya diharapkan memberikan beberapa ratus dollar.

Berdasarkan dengan sebuah survey, maka sebagian besar responden kurang suka juga dengan tradisi seperti ini. Menurut mereka menjadi sebuah masalah ketika nantinya harus membayar saat ingin masuk ke dalam sebuah undangan pernikahan.

Maraknya bullying di sekolah Jepang

Masalah bullying atau yang disebut di Jepang dengan nama ijime, sudah menjadi sebuah masalah sosial yang cukup serius. Hal itu karena korban ijime ada yang bisa sampai meninggal atau bunuh diri, hal ini cukup sering terjadi di Jepang. Bahkan, terkadang guru dan orang tua tidak mampu menangani permasalahan sosial yang satu ini.

Kondisi senioritas di Jepang memang sangat kentara. Hal ini yang menjadi pemicu kasus ijime yang cukup tinggi di negara Jepang. Bahkan pelakunya bukan hanya dari siswa, akan tetapi ada juga dari guru yang meng-ijime muridnya, kondisi ini benar-benar cukup buruk.

Pemicu ijime lainnya karena orang Jepang adalah kelompok dari masyarakat yang cenderung homogen. Mereka terbiasa sama satu sama lainnya, yang takut menjadi berbeda dengan lainnya. Dikarenakan rasa homogen yang sudah mendarah daging, orang yang berbeda akan menjadi sasaran bully.

Demikian itulah beberapa kebiasaan buruk yang dimiliki oleh orang Jepang. Jepang memang merupakan negara maju dengan perkembangan yang sangat cepat, namun jauh di dalam itu negara tersebut juga memiliki beberapa masalah yang sudah mendarah daging.

Tradisi Pernikahan Unik di Jepang

Seperti halnya juga negara-negara yang berada di kawasan Asia pada umumnya. Beberapa tradisi masih sangat penting seperti halnya pernikahan, yang biasanya masih sangat dipengaruhi oleh budaya setempat. Shinto adalah sebuah aliran kepercayaan yang ada di Jepang yang memiliki sebuah dampak yang cukup besar bagi kebudayaan dan juga sebuah tradisi upacara untuk masyarakatnya. Sebab, banyak elemen yang cukup unik dalam sebuah tradisi pernikahan yang ada di Jepang yang sangat menarik untuk dikulik.

Setiap negara pastinya mempunyai sebuah adat dan juga mempunyai sebuah tradisinya masing-masing. Termasuk juga dalam melaksanakan sebuah acara pernikahan. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mempunyai banyak sekali tradisi pernikahan, antara adat jawa dan adat sunda pun berbeda prosesnya. Yup, profesi yang biasanya akan dilakukan tentunya memiliki sebuah makna yang cukup mendalam. Salah satunya adalah yang berada di negara Jepang yang mempunyai prosesi pernikahan yang sangat unik.

Tradisi Pernikahan Unik di Jepang

Kebanyakan memang upacara pernikahan masyarakat modern Jepang saat ini yang biasanya lebih mengikuti sebuah gaya pernikahan Barat yang menggunakan sebuah gaun putih dengan rok yang panjang dan juga mekar, dan biasanya akan dilakukan di hotel ataupun juga di gereja. Namun masih banyak juga dari para pasangan pengantin yang memilih sebuah upacara pernikahan tradisional sbobet Jepang yang sesuai dengan adat dan juga tradisi mereka. Namun, karena upacara macam ini biasanya akan lebih mahal dibandingkan jika menggunakan pernikahan biasa, dan biasanya masih menganut tradisi pernikahan seperti ini adalah kalangan tertentu saja.

Surat Undangan Pernikahan

Biasanya sebelum anda nantinya merayakan sebuah pernikahan, lazimnya adalah bagi kedua calon pengantin nantinya akan mengirimkan sebuah surat undangan pernikahan ke kerabat dan juga ke sanak saudaranya. Di Jepang sendiri, biasanya surat undangan pernikahan tersebut nantinya memiliki desain yang unik, yaitu dengan bertema kan karakter animasi khas Jepang. Kemudian, nantinya si penerima undangan tersebut diwajibkan untuk membalas surat undangan tersebut melalui POS atau pun juga menggunakan jasa kurir pengiriman.

Surat balasan itu nantinya biasanya berisi jawaban akan menghadiri atau kah tidak, dilengkapi dengan alasan jika yang diundang tidak berkenan untuk hadir. Untuk menambah kesan spesial bisa juga dibarengi dengan kiriman kado berupa barang tentu. Namun, bukan sembarang kado yang nantinya dapat dikirim kepada calon pengantin. Beberapa barang yang dilarang untuk dijadikan sebuah hadiah yaitu barang-barang yang tajam seperti halnya pisau, serta benda-benda yang rentah pecah seperti halnya cermin, gelas dan juga piring kaca. Menurut kepercayaan orang Jepang, barang-barang tersebut yang juga diyakini mampu untuk membuat hubungan kedua pasangan nantinya akan berakhir dengan putus, retak, ataupun juga pecah belah.

Venue pernikahan

Kebanyakan beberapa upacara yang biasanya akan dilakukan di kuil Shinto, venue pernikahan biasanya akan sangat atraktif. Di tempat ini banyak juga terdapat simbol-simbol spiritual yang nantinya memiliki sebuah arti tersendiri. Yang paling umum adalah water pavilions, atau patung berbentuk anjing, dan juga sebuah gerbang tinggi yang berwarna merah yang akan melambangkan sebuah batas dunia nyata dan juga dunia ruh. Jika nantinya anda berkunjung pada musim pernikahan seperti di bulan juni, maka anda nantinya akan berkesempatan untuk menyaksikan beberapa upacara secara langsung.

San-San-Kudo

Upacara yang di artikan dengan berbagi sake ini sangat umum dilakukan di dalam tradisi Buddha, ataupun juga dilakukan dalam tradisi Shinto di pernikahan Jepang. Ini adalah sebuah tradisi pernikahan yang paling menarik dan juga unik. Akan ada tiga tumpuk cangkir sake yang nantinya akan diminum oleh pengantin pria dan juga oleh pengantin wanita dalam tiga seruput. Masing-masing yang nantinya akan dilakukan sembilan kali.

Ku atau 9 yang berarti sebuah tanda keberuntungan yang baik di dalam sebuah kebudayaan Jepang. Tiga seruput yang berarti melambangkan cinta, kebijaksanaan dan juga kepercayaan. Dan beberapa kepercayaan lainnya yang berkata jika tiga seruput itu melambangkan bumi, surga dan juga alam pikiran manusia. Ada pula yang melambangkan jika tiga serumpun sebagai sebuah simbol yang mewakili pengantin wanita, pria dan juga orang tua pengantin. Selain itu, para pengantin yang juga diharapkan dapat mengatasi berbagai sifat dasar manusia seperti halnya gairah, kebencian dan juga ketidakpedulian yang mungkin akan dihadapi bersama saat berumah tangga.

Busana Pernikahan

Pengantin wanita biasanya akan menggunakan busana pengantin serba putih dan juga tata rias yang khas dengan pulasan lipstik merah yang senada dengan warna bendera nasional negaranya, yaitu putih dan juga merah. Kebanyakan material busana pengantin wanita biasanya akan terbuat dari satin, dan pengantin pria yang nantinya akan mengenakan warna hitam untuk suits atau juga kimono. Beberapa pengantin juga nantinya akan mengenakan kerudung satin putih di atas sanggul kepala mereka, atau headdress yang nantinya dinamakan wataboshi yang merepresentasikan sebuah sifat membumi.

Pidato

Pidato sebuah pernikahan adalah salah satu dari elemen yang penting yang biasanya akan pada pesta pernikahan yang di lakukan di Jepang. Keluarga, teman, guru-guru, rekan sekolah bahkan hingga semua rekan yang nantinya akan diundang akan berdiri dalam barisan dan kemudian menunggu giliran untuk memberikan sebuah ucapan selamat pada pasangan pengantin sambil memberikan sebuah pesan-pesan atau sebuah nasihat pernikahan.

Hadiah untuk Orangtua

Ketika sebuah hari pernikahan tiba, pengantin biasanya juga akan memberikan sebuah hadiah kepada kedua orang tua mereka dengan berbagai macam barang untuk menunjukkan tanda terima kasih mereka, dan hadiah tersebut biasanya juga akan melambang kan kebahagian mereka. Hadiah yang paling umum yang diterima biasanya adalah sebuah bunga, kartu dan juga surat pribadi yang membuat pernikahan nantinya terasa lebih personal dan juga istimewa.

Aturan Khusus Tamu Undangan

Di Jepang, ada beberapa juga aturan khusus yang ada bagi para tamu undangan, yaitu diantaranya wajib memberikan sebuah uang sumbangan resepsi yang terbilang cukup mahal, yaitu antara 2000-3000 Yen atau yang setara dengan Rp. 250-350 ribu yang kemudian akan ditukar dengan ‘Hide Kimono’ atau yang biasa dikenal dengan sebuah pernak-pernik pernikahan.

Hide Kimono yang diberikan biasanya adalah berupa handuk, peralatan makan, dan juga beberapa pernak-pernik cantik yang lainnya. Selain itu, seluruh peserta ritual pernikahan, MC ataupun juga pembawa acara, serta para tamu undangan nantinya juga dilarang mengucapkan beberapa kata yang dipercayai kata tersebut nantinya akan membawa sebuah kesialan. Kata-kata tersebut diantaranya yaitu adalah Hanareru berjauhan, Owaru yang artinya berakhir, Wakareru yang artinya berpisah, dan Kiru yang memotong.

Demikian itulah beberapa tradisi unik bagi masyarakat Jepang saat menikah. Walaupun sekarang ini tidak banyak yang menggunakan tradisi saat pernikahan di Jepang. Namun, masih ada beberapa kalangan yang masih menggunakan dan juga menjaga tradisi tersebut. Tentunya keunikan dan juga tradisi setiap pernikahan adalah sebuah lambang dan harapan dari kehidupan yang bahagia.

Tata Cara Makan Jepang Buat Pemula

Seringkah anda makan di restoran Jepang? Agar tak terlihat aneh dan juga terlihat canggung, maka anda tentunya harus memahami beberapa etiket makan mereka. Dari cara menggunakan sumpit hingga juga sebuah cara yang digunakan untuk makan nasi. Setiap bangsa tentunya pasti memiliki sebuah etiket atau juga yang dikenal dengan sebuah tata cara makan. Demikian juga dengan yang ada dan juga dilakukan oleh orang Jepang. Mulanya mungkin hal-hal tersebut teras sulit tetapi, jika Anda yang dimana nantinya akan bisa mengikuti tahapan dasarnya, tentunya hal tersebut akan menjadi sebuah hal yang akan terasa mudah.

Tata Cara Makan Jepang Buat Pemula

Di Jepang sendiri yang dimana sebagai negara daftar sbobet88 yang menjunjung tinggi sebuah sopan santun, hanya dengan sebuah sikap dan juga dengan sebuah etika makan yang kurang baik saja, kadang-kadang dapat menjadi salah satu hal yang bisa langsung dikucilkan. Maka dalam artikel ini sendiri akan dibahas tentang sebuah dasar etika pada saat anda makan-makanan di Jepang. Khusus untuk anda yang memang seorang pemula, tentunya ada beberapa hal ini bisa menjadi sebuah hal yang dimana tentunya perlu anda pahami dari mengawali hingga juga saat anda mengakhiri santapan, khususnya untuk sebuah acara makan kasual atau juga sebuah acara makan yang informal.

Dilansir dari Tsunagu Japan dimana pada saat berwisata di negeri orang, sebisa mungkin kita yang tentunya harus mengikuti sebuah peraturan yang ada dan juga yang berlaku, tidak terkecuali tentang sebuah etika makan. Semakin banyak orang Indonesia yang nantinya berkunjung ke Jepang, tidak ada salahnya maka untuk belajar tentang sebuah etika makan yang dapat berlaku.

Orang Jepang ternyata memiliki sebuah etika makan yang tentunya cukup unik. Belajar etika makan di Jepang sendiri tidak hanya penting pad saat anda makan di Jepang, tetapi juga menjadi sebuah hal yang penting yang nantinya akan dapat menjalin sebuah komunikasi yang baik pada saat anda nantinya akan bersantap dengan orang jepang.

Ucapan ‘Itadakimasu’

Setelah makanan anda sudah ada dna juga sudah siap di depan Anda, sebelum anda nantinya akan mulai makan maka nantinya anda sebaiknya ucapkan tentang ‘itadakimasu’ atau ‘selamat makan’. Ucapan ini yang dimana menjadi sebuah ucapan yang digunakan sebagai penghargaan yang ada pada tuan rumah, chef dan juga beberapa orang-orang yang sudah menyiapkan makanan.

Jika ada sebuah restoran yang sangat ramai maka anda yang tak perlu keras-keras mengucapkannya. Cukup dengan cara perlahan saja. Ada baiknya juga dimana anda yang selalu ucapkan ‘itadakimasu’ di manapun pada saat anda menyantap makanan yang ada di Jepang sebagai sebuah tanda dari penghormatan anda.

Lepaskan sumpit

Jika sumpit yang dimana masih dalam bungkusnya, maka tugas anda adalah untuk keluarkan sumpit kemudian anda bisa pisahkan dengan sebuah gerak horizontal. Sebaiknya anda yang juga tak menggosok-gosokkan dua sumpit karena, hal ini sendiri adalah sebuah hal yang dianggap tak sopan. Jika disediakan sebuah tatakan sumpit di meja makan, maka lipat secara segitiga kerta pembungkusnya sumpit tersebut dan kemudian taruh sumpitnya di atasnya.

0shibori

Sebelum anda yang nantinya akan makan biasanya and yang dimana akan diberi handuk panas atau juga sebuah handuk dingin, di peruntukan untuk membersihkan tangan anda nantinya sebelum anda makan. oshibori ini sendiri yang dimana hanya untuk membersihkan tangan, tidak sopan untuk menggunakan oshibori untuk dapat membersihkan bagian tubuh lainnya selain tangan, semisal untuk menyeka wajah. setelah selesai pakai, maka anda yang bisa dilipat kembali dan letakan kembali ke sebuah tempat semula. Sangat tidak sopan ketika oshibori yang dimana telah digunakan untuk membersihkan meja makan.

Memakan nasi

Saat anda nantinya akan makan sebuah nasi, maka angkat nasi di dalam mangkuk anda ke dekat badan lalu pegang dengan menggunakan tangan kiri dan gunakan juga tangan kanan untuk memegang sebuah sumpit. Mulailah nantinya untuk dapat memakan dengan menggunakan sumpit, dekatkan mangkuk nasi ke arah dekat dada anda, dimana nantinya hal tersebut akan memudahkan anda saat anda makan nasi.

Makan sup

Jika ada anda sedang berada di restoran Jepang, lalu yang disajikan adalah sup, misalnya saja sebuah sup miso. Aduk-aduk sup dengan sumpit lalu angkat mangkuk anda dengan menggunakan tangan kiri. Dekatkan juga ke arah mulut dan juga anda yang dimana nantinya akan dapat minum kuah sup dan juga kemudian anda yang bisa langsung minum dari mangkuk. Gunakan juga tangan kanan anda yang dimana bisa anda gunakan untuk mengaduk dan juga mengangkat tou dan juga wakame ke mulut. Kadang-kadang juga disediakan sebuah sendok bebek. Jika ada sendok anda yang dimana tentunya bisa memakai sendok.

Habiskan makanan

Restoran yang ada di Jepang dimana menjadi sebuah restoran yang tidak akan melayani sisa makanan yang dibungkus dan dibawa pulang. Terutama untuk sebuah alasan kebersihan dan juga untuk sebuah sanitasi. Karena itu pada saat anda akan makan tanyakan dulu ukuran porsi makanan dan juga pastikan Anda yang dimana nantinya akan sanggup menghabiskan. Akan sangat tidak sopan jika nantinya anda yang meninggalkan banyak makanan sisa yang ada di mangkuk dan juga piring. Usahakan juga anda yang mana digunakan untuk menyantap habis makanan yang sudah disajikan di depan Anda.

Taruh kembali sumpit

Kalau nantinya ada tatakan sumpit, masukkan saja kembali sumpit ke dalam kertas pembungkusnya sehingga nantinya hal ini akan menjadi sebuah hal yang akan terlihat bersih dan juga akan terlihat sangat rapih. Tinggalkan meja dengan sebuah piring, mangkuk dan juga sumpit yang nantinya anda tinggalkan dalam sebuah keadaan bersih dan juga dalam keadaan rapi diatas meja. Budaya bersih dan rapih ini adalah sebuah budaya orang Jepang saat mereka makan di sebuah Restoran, biasanya mereka yang akan merapikan bekas makan mereka dengan menumpuk piring dan juga mangkok yang ada di atas meja selesai mereka makan.

Ucapan ‘gochisosama desita’

Sebagai sebuah tanda santapan yang dimana sudah berakhir, maka anda yang jangan lupa ucapkan ‘gochicosama desita’ Ungkapan ini berarti adalah sebuah ucapan dari rasa ‘terima kasih’, ‘puas’ sekaligus juga sebuah rasa penghormatan kepada yang menyiapkan makanan atau yang dimana sudah mengundang anda makan. Saat nantinya anda yang akan memulai dan mengakhiri makan selalu tangkupkan juga tangan di depan dada saat mengucapkan sebuah kata ‘itadakimasu’ dan ‘gochicosama desita’ sebagai sebuah tanda kesopanan.

Itulah beberapa etika makan yang biasanya akan dilakukan oleh orang Jepang. Orang Jepang sendiri adalah orang yang selalu menjunjung tinggi tentang sebuah kesopanan yang dimana dapat menjadi sebuah hal yang dapat anda gunakan saat anda diundang dalam jamuan makan di restoran Jepang.

Seni Bela Diri Jepang yang Paling Populer

Jepang sendiri adalah sebuah negara yang dimana masyarakatnya sendiri memiliki sebuah minat yang sangat besar yang ada terhadap bidang olahraga. Kecintaan terhadap olahraga yang dimana menjadi salah satu hal yang membuatnya menjadi bagian dari budaya Jepang sejak awal kemunculannya. Oleh karena itu, beberapa olahraga yang merupakan tradisional Jepang dan khususnya seni bela diri, menjadi sebuah hal yang masih ada dan tentunya masih banyak diminati khalayak ramai.

Karate dan juga sumo yang dimana kedua seni bela diri tersebut adalah dua nama yang pastinya akan langsung terngiang ketika menyebut seni bela diri asal Jepang. Keduanya menjadi sebuah seni bela diri yang dimana sangat amat populer, entah itu di Jepang maupun juga di beberapa negara lain termasuk Indonesia. Karate juga merupakan seni bela diri Jepang dengan sebuah ciri khas berupa pelakunya yang biasanya akan memakai pakaian putih. Sementara itu, untuk olahraga atau seni bela diri sumo merupakan seni gulat yang dilakukan dua pegulat yang biasanya berbadan gempal.

Seni Bela Diri Jepang yang Paling Populer

Selain karate dan juga sumo, Jepang yang ternyata juga menjadi sebuah negara yang dimana masih memiliki sejumlah seni bela diri yang lainnya. Beberapa nama yang dimana mungkin juga menjadi sebuah seni bela diri yang sudah sangat anda kenal, seperti halnya seni bela diri judo dan juga seni bela diri ninjutsu. Berikut akan dibahas selengkapnya tentang berbagai macam seni bela diri Jepang. Secara historis, seni bela diri Jepang sendiri adalah seni yang digunakan sebagai sebuah alat pertahanan dan juga sebagai salah satu serangan dalam peperangan.

Namun, di zaman modern seperti sekarang ini mereka berlatih untuk nilai pendidikan mereka tentang budaya, fisik, moral, estetika dan juga tentang dimensi spiritual. Kebanyakan dilihat juga seperti olahraga dengan penekanan yang biasanya akan dipusatkan pada mendisiplinkan pikiran. Berikut ini adalah beberapa seni bela diri Jepang modern.

Sumo

Olahraga ini yang dimana merupakan sebuah seni bela diri asli berasal dari Jepang. Sumo sendiri yang dimana masih termasuk dalam sebuah seni bela diri Jepang. Banyak sekali aspek tradisi lama yang dimana biasanya ada dan juga dipelihara di sumo.

Sumo sendiri dulunya adalah sebuah seni bela diri yang banyak digunakan dalam agama Shinto. Bahkan saat ini, olahraga ini sendiri yang dimana menjadi sebuah olahraga yang banyak dilakukan dengan menyertakan beberapa macam unsur tradisional seperti halnya proses pemurnian garam.

Judo

Judo sendiri yang dimana merupakan salah satu dari seni bela diri yang dimana dibuat oleh di Jepang pada tahun 1882. Olahraga ini sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang menampilkan unsur kompetisi dimana biasanya lawan dapat dikalahkan dengan menempatkannya atau dengan cara membantingnya ke tanah atau juga matras. Filosofi judo sendiri yang dimana sekarang ini telah menjadi contoh bagi seni bela diri lainnya yang juga dikembangkan dari ‘koryu’ atau juga yang ada di sekolah tradisional. Judo yang dimana pada awalnya adalah sebuah seni bela diri yang diciptakan oleh Jigoro Kano.

Ketika berusia empat belas tahun dia yang pada saat itu mulai berlatih sebagai sebuah cara untuk dapat mempertahankan diri dari budaya intimidasi atau dari (bullying) yang pada saat itu ada di sekolah-sekolah Jepang. Pada tahun 1882, Kano sendiri yang dimana pada akhirnya dapat mendirikan sebuah sekolah yang ada di sebuah kuil Budha. Judo yang dimana pada akhirnya dikembangkan dengan menganut sebuah pengaruh konfusianisme.

Karate

Karate sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang dimana biasanya berasal dari pulau Ryuku yang dimana pada saat ini sendiri adalah sebuah pulau yang disebut dengan pulau Okinawa. Seni bela diri ini sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang dipengaruhi oleh seni bela diri yang ada di Cina. Karate sendiri yang dimakan menjadi sebuah hal yang dikembangkan di kerajaan Ryukyu. Ini kemudian dipraktekan secara luas di Jepang setelah era Taisho dan juga telah mendapatkan banyak sekali dari pengaruh seni bela diri Kung fu Cina.

Kendo

Kendo sendiri yang dimana menjadi sebuah olahraga yang dianggap sebagai sebuah seni bela diri modern yang ada di Jepang. Seni bela diri ini sendiri yang dimana tentunya menggunakan pedang bambu yang yang biasanya akan disebut dengan nama “Shinai” dan baju pelindung yang disebut juga dengan “Bogu”. Penerapan dengan menggunakan pedang bambu ini sendiri yang dimana pada awalnya sendiri menjadi sebuah hal yang biasanya akan digunakan pada era Shotoku.

Kendo yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang berdasarkan teknik pedang Jepang dan menggunakan sebuah pedang bambu dengan baju besi pelindung. Kendo yang dimana mempunyai sebuah seragam hampir selalu hitam dan juga dengan teknik yang melibatkan berteriak untuk menunjukkan sebuah semangat bela diri Anda. Kendo adalah antara seni perkawinan yang paling umum yang ditawarkan di sekolah-sekolah umum yang ada di Jepang.

Diperkirakan yaitu 1,66 juta orang di Jepang yang dimana memiliki beberapa tingkat pelatihan Kendo. Ini juga menjadi sebuah hal yang dimana biasanya dianggap memiliki sebuah nilai budaya sebanyak itu dan juga menjadi sebuah hal yang sangat didasarkan pada sebuah tradisi Samurai.

Kyudo

Kyudo sendiri yang dimana adalah sebuah seni bela diri Jepang modern. Kyudo sendiri menjadi sebuah olahrga yang biasanya akan ditemukan dari kelas samurai zaman feodal Jepang. Selama perang Genpei yang ada di Jepang pada tahun 1180-1185 dimana pada saat itu, ada sebuah kebutuhan yang juga besar terhadap sebuah pasukan pemanah. Selama pada perang saudara di Jepang yang berlangsung pada abad ke-15 dan juga pada abad ke-16, ada sebuah pertunjukan revolusioner tentang panahan oleh salah seorang pendekar, Heki Banjo Masatsugu yang dimana pada saat itu menyebabkan meluasnya pejuang panahan dan juga dimana hal ini sendiri menjadi sebuah hal yang berhasil menyebabkan berkembangnya banyak sekali sekolah memanah yang ada di Jepang.

Koryu

Koryu sendiri yang dimana adalah sebuah kategori yang luas dari sebuah seni bela diri Jepang dari Edo-era dan juga sebelumnya bahwa sebagian besar yang mana merupakan sebuah hal yang jatuh dari praktek setelah Jepang membuka diri ke barat. Seni bela diri ini juga pergi ke penurunan yang sangat serius di Jepang setelah Samurai sendiri dibubarkan.

Pada saat itu, seni bela diri ini dipandang sebagai sebuah peninggalan masa lalu yang berguna terhadap sebuah teknik militer Barat. Memang, banyak juga dari seni bela diri tua Jepang yang dimana pada saat itu hanya difokuskan pada perang feodal dan juga sangat berbeda dari sebuah seni bela diri dan juga olahraga seperti yang ditemukan di Jepang pada saat ini.

Itulah beberapa seni bela diri Jepang yang sekarang ini masih ada dan tentunya masih dilestarikan. Walaupun tak banyak orang yang menguasai beberapa seni bela diri jepang tradisional, namun masih banyak orang yang berusaha untuk dapat mempelajarinya.

Tidak Boleh Dilakukan Saat Berada di Jepang

Setiap negara umumnya memiliki aturan dan juga tata Krama yang berbeda beda di setiap negara. Saat sedang berkunjung ke suatu negara, ada baik nya kita mempelajari aturan yang berlaku di negara tersebut. Seperti contohnya di negara Jepang, Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang memegang Teguh etika. 

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Pergi ke Jepang

Hal ini tentunya menyangkut tentang kepercayaan serta norma-norma lainnya yang berlaku di dalam masyarakat. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa hal yang tidak diperbolehkan dilakukan judi sbobet88 di negeri sakura tersebut. Tentunya Hal ini akan berguna jika Anda akan mengunjungi negara tersebut pastinya Anda sudah mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di negara tersebut berikut ulasannya.

Awasebashi

Salah satu hal yang tabu untuk dilakukan di negeri sakura tersebut adalah Awasebasi yang dilarang dikarenakan dianggap membawa sebuah kesialan. Merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan di Jepang salah satunya kegiatan memberikan makanan kepada orang lain dari satu pasang sumpit ke sumpit lainnya. Di dalam tradisi kremasi, di mana tulang yang tersisa dari Abu kremasi nantinya akan di oper kepada anggota keluarga dengan menggunakan sebuah Sumpit karena Awasebashi mirip seperti itu, maka hal tersebut dianggap sebagai salah satu hal yang membawa kesialan. Oleh karena itu dilarang untuk memberikan Sumpit dari satu pasang ke satu pasang lainnya.

Memetik Bunga Sakura

Memetik bunga sakura menjadi salah satu hal yang dilarang dilakukan di Jepang siapa tak senang melihat sebuah bunga sakura yang berwarna merah muda yang sangat cantik? Bunga ini merupakan salah satu bunga kebanggaan bangsa Jepang yang dianggap sebagai salah satu bunga yang istimewa dan tergolong berumur pendek dan juga hanya mekar pada musim musim tertentu saja.Jadi, jangan coba untuk mengetik nya secara langsung dari tangkai jika anda mau lebih baik anda mengambil beberapa bunga sakura yang memang telah berguguran di bawah pohon. Karena memetik bunga sakura secara langsung adalah suatu hal yang tidak disukai oleh masyarakat Jepang.

Memberi Uang Tip di Restoran

Di Jepang sendiri tidak disarankan untuk memberi sebuah uang tip di saat makan di restoran Jepang. Sudah hal yang biasa untuk memberikan sebuah uang tip di restoran sebagai tanda terima kasih atas pelayanan mereka yang sangat baik namun, Anda tidak bisa melakukan hal ini di restoran Jepang karena hal tersebut bisa dianggap sebagai salah satu bentuk penghinaan. Bagi mereka, memberikan sebuah pelayanan terbaik memang menjadi suatu hal yang menjadi kewajiban, agar para Pelanggan nya senang dan kembali datang ke restoran tersebut. Jadi jika Anda mempunyai sebuah kebiasaan memberikan tip di restoran Tentunya Anda tidak bisa melakukan hal tersebut di negara Jepang.

Tidak Membungkuk

Hal yang tidak boleh dilakukan di Jepang selanjutnya adalah membuku sebelum bertegur sapa sebagai tanda suatu kesopanan. Para pengunjung Jepang yang memiliki rasa hormat yang tinggi, hal ini biasanya ditunjukkan dengan cara membungkuk sebelum berbicara kepada lawan bicara. Membungkuk atau dikenal juga dengan nama Ojigi ketika bertemu dengan seseorang yang sudah menjadi salah satu sebuah kewajiban. Hal tersebut artinya melambangkan skin sikap hormat dan juga rasa segan. Apabila nantinya sok seseorang tidak membungkuk saat akan bertegur sapa maka orang tersebut akan dinilai tidak memiliki sopan Santun ataupun sombong.

Mengotori Onsen ( Pemandian)

Hal selanjutnya yang juga tidak boleh dilakukan saat anda berkunjung ke negara Jepang adalah berendam di air panas. Jepang sendiri terkenal dengan Tradisi berendam di Pemandian air panas alam di onsen yang umumnya berupa pemandian umum. Dimana sebelumnya anda akan diwajibkan untuk melepas semua pakaian dan membersihkan diri dahulu dengan sabun sebelum anda masuk ke dalam Pemandian air panas. Karena tidak hanya anda yang akan berendam di sana, maka sudah seharusnya juga anda menjaga kebersihan diri selama berada di onsen

Menenggak Minuman Sebelum Kanpai!

Kegiatan minum bersama sebuah kerabat di kalangan masyarakat Jepang kanpai adalah bersulang dalam bahasa Jepang. Merupakan sebuah kata umum yang biasanya diucapkan sebelum anda meneguk minuman. Sudah sebuah kewajiban bagi masyarakat Jepang untuk Meninggikan gelasnya dan kemudian membenturkan gelas ke gelas teman lalu kemudian berteriak kanpai. Minuman bersama sama melambangkan sebuah rasa pertemanan yang dimana sebuah bentuk saling menghargai satu sama lain. Tradisi bersulang ini juga biasanya  dilakukan saat merayakan sebuah hal-hal besar yang sudah tercapai seperti halnya ulang tahun,promosi karir, pernikahan dan juga lain sebagainya.

Berbicara Keras dan Menggunakan Handphone di Kereta

Suasana kereta yang berada di negara Jepang yang sangat tertib dan juga tidak berisik, memang suatu hal yang menyenangkan rasanya ketika berjalan bersama teman sambil ngobrol, namun ketika di jepang mengobrol sampai berisik suatu hal yang melanggar etika, terutama jika nada sedang berada di kereta ataupun juga di lift. Mengobrol dengan menggunakan suara keras bisa saja mengganggu kenyaman orang yang ada di dalam kereta. Bahkan di kereta-kereta Jepang sendiri ada pengumuman untuk tidak menerima sebuah panggilan telepon dan mematikannya selama berada di dalam kereta. pada di jam-jam sibuk di pagi hari, suasananya yang ada di dalam kereta sangatlah sunyi karena para penumpang biasanya akan lebih memilih untuk membaca buku ataupun surat kabar dan juga mendengarkan musik melalui headset. 

Duduk di Kursi Prioritas

Jepang sendiri terkenal dengan sebuah sistem transportasi umumnya yang sangat maju. Salah satunya adalah satu fasilitas yang pastinya ada di dalam angkutan umum atau sebuah priority seat. Golongan yang masuk kedalam kategori prioritas adalah seperti ibu hamil, manula dan juga orang tua yang membawa anak dan orang sakit. Jika nada tidak termasuk ke dalam beberapa golongan di atas maka anda jangan duduk di dalam kuris tersebut meskipun kursi  tersebut sedang kosong. 

Membuang Sampah Sembarangan

 Umumnya tempat sampah yang ada di Jepang sendiri akan dipisah sesuai dengan materialnya. Di jepang tidak akan melihat sampah-sampah yang berserakan. Hal ini dikarenakan para penduduknya sadar akan sebuah kebersihan sehingga tidak adanya sampah yang berserakan atau membuang sampah tidak pada tempatnya. Sampah pun dipisahkan berdasarkan dengan materialnya yaitu yang mudah terbakar dan juga yang tidak mudah terbakar, juga beberapa sampah yang bisa didaur ulang. Di jepang terdapat beberapa tempat untuk sampah yang berupa sebuah vending machine yang dimana mesin tersebut nantinya akan mampu memisahkan sampah berdasarkan dengan jenis material sampah tersebut. Umumnya juga tempat sampah di conveneistore Jepang bergambar barang-barang apa saja yang harus di buang di tempat tersebut. 


Itulah hal-hal yang sebaiknya anda tidak lakukan ketika anda berkunjung ke Jepang. Dengan cara untuk mengikuti semua tata krama dan juga peraturan yang berlaku perjalan anda pastinya juga akan sangat nyaman dan juga akan sangat berkesan untuk anda.

Aneka Macam Hal Seputar Jepang

Banyak hal menarik yang sering disinggung mengenai Jepang. Seperti aneka sajian makanan dan aktivitas aneka macam kegiatan yang sering dijalankan di negara tersebut. Tidak hanya oleh para warga negara asli, banyak juga turis dan wisatawan asing yang dapat turut merasakan pengalaman serupa dengan warga negara Jepang. Meskipun sudah dapat disebut sebagai masyarakat moderen dari daerah Asia, orang Jepang umumnya masih memegang budaya dan adat dengan sangat kuat. Sehingga pemandangan akan wanita yang berpakaian tradisional secara lengkap masih sering ditemui di daerah perkotaan besar.

Mengenai Makanan Jepang

Makanan Jepang merupakan jenis makanan istimewa yang memiliki ciri khasnya dan unik. Memiliki sedikit kesamaan dengan makanan asia yang lain, makanan Jepang banyak diproses dengan metode pengolahan yang banyak disajikan segar dengan bahan-bahan yang dipilih secara selektif. Makanan pokok di Jepang juga menggunakan beras sama seperti di Indonesia.

Beberapa contoh masakan Jepang yang populer hingga ke Indonesia diantaranya sushi, ramen, aneka olahan lauk berbasis sapi dan ayam, snack seperti takoyaki dan onigiri (nasi yang dikepal membentuk segitiga) terlihat banyak memiliki gerai dan cukup diminati di Indonesia. Hidangan di jepang umumnya tersedia bersama ocha atau teh hijau hangat sebagai minuman pelengkapnya. Sedangkan varian teh hijau dingin yang biasa disukai anak-anak serta anak muda disebut dengan istilah matcha.

Pemandian Air Panas Onsen

Ini adalah suatu kebudayaan unik yang dipercaya sehat untuk diterapkan. Aktivitas berendam di perairan air panas ini dikenal dengan nama onsen. Banyak turis yang Terdapat beberapa sumber air panas yang dikembangkan menjadi resort tempat berendam seperti spa. Onsen menjadi salah satu obyek wisata menarik yang berkaitan erat dengan adat serta istiadat dimata para turis. Terdapat beberapa peraturan yang berlaku di onsen, dimana para pengunjungnya diwajibkan untuk menanggalkan seluruh pakaian saat berendam. Hal ini menjadi sebuah keharusan untuk memberi manfaat yang paling maksimal bagi tubuh. Onsen sendiri memiliki manfaat seperti dipercaya sangat bagus untuk kesehatan bagi tubuh manusia dan memiliki efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran, ditengah padatnya aktivitas serta dunia kerja kehidupan moderen di Jepang. Air onsen juga bermanfaat dalam menutrisi dan meremajakan kulit. Selama pengunjung menaati prosedur yang berlangsung dalam ketetapan waktu berendam, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti lemas hingga pingsan. Beberapa tempat onsen juga menyediakan hidangan kecil yang dapat diperoleh pengunjungnya seusai berendam.

Selain berada di tempat-tempat khusus, beberapa fasilitas onsen juga tersedia di tempat penginapan besar seperti yang sering digunakan rombongan tertentu. Jenis onsen yang berlokasi di penginapan ini menjadi fasilitas seperti yang terdapat pada hotel berkolam renang. Dimana semua penghuni dari penginapan tersebut berhak untuk berendam disana sesuai dengan ketetapan yang berlaku. Bahkan ada beberapa hotel yang menjadi terkenal di Jepang oleh karena fasilitas onsennya yang banyak disukai orang.

Maskot dan Kepercayaan di Jepang

Kitsune (rubah berekor sembilan)

Negara Jepang memiliki banyak kepercayaan akan hewan-hewan tertentu yang menjadi simbol akan sesuatu hal. Tak jarang ditemui, banyak terdapat patung berbentuk hewan misalnya rubah putih atau Kitsune (rubah berekor sembilan yang merupakan mahluk dalam mitologi di Jepang) bangunan-bangunan kuil yang Mereka juga percaya akan kekuatan dari jimat yang diharapken membawa keuntungan bagi pemegangnya. Tak jarang ditemukan toko yang menjual aneka macam jimat di tempat publik, yang dipercaya dapat mendatangkan hal baik sesuai permintaan yang diharapkan. Seperti mengenai sekolah, pekerjaan, jodoh maupun kekayaan. Terdapat perbedaan harga untuk jimat-jimat tertentu yang umumnya lebih dicari banyak orang, seperti salah satunya jimat akan pekerjaan.

Rokuro Kubi

Banyak sosok tertentu yang menjadi kepercayaan di Jepang, seperti adanya Rokuro Kubi (hantu yang berwujud wanita berkimono dengan leher panjang), Kasa Obake atau juga disebut Karakasa (hantu berwujud payung yang memiliki mata dan mulut), Tengu (mahluk berwujud manusia raksasa berwarna merah yang berhidung panjang besar), Kappa (iblis hijau yang memiliki bentuk seperti katak yang memanggul rumah di punggungnya seperti kura-kura), Zashiki Warashi (iblis berwujud anak kecil yang nakal, atau dalam beberapa kepercayaan dianggap sebagai mahluk yang dapat membawa keuntungan saat tinggal di sebuah rumah) serta Yuki Onna atau Yukihime (hantu berwujud wanita cantik yang tinggal di daerah bersalju. Dimana yuki berarti salju, onna adalah wanita sedangkan hime adalah putri yang dipercaya suka menggoda pria dan mengakibatkan orang tersebut mati beku). Sosok-sosok ini dikenal masyarakat Jepang dengan istilah Yokai. Juga beberapa hantu yang terkenal dari Jepang seperti Sadako (hantu wanita berambut panjang yang sering ditampilkan keluar dari sumur), Kuchisake-Onna (hantu wanita yang bermulut sobek yang menurut sejarah mati akibat diperkosa dan mulutnya disobek).

Kuchisake-Onna

Yuki Onna (Yukihime)

Di hari pertama tahun baru, banyak masyarakat Jepang yang memiliki kebiasaan untuk berkunjung ke kuil untuk berdoa dan berharap mendapatkan hari-hari baik yang ditempuhnya selama setahun. Dimana dimalam tahun barunya, daerah perkotaan biasanya selalu ramai akan masyarakat yang berkumpul untuk merayakan hari pergantian tahun baru dilengkapi dengan acara hitung mundur saat detik-detik terakhir sebelum tepat pukul 12 tengah malam.