Kebiasaan Aneh ini Hanya Dilakukan di Jepang

Sekarang ini perkembangan budaya dan juga nilai setiap negara sudah pasti akan berbeda. Karena hal itulah yang akan menjadi cerminan bagi semua negara yang ada di dunia. Melalui kebudayaan. Di Indonesia, masyarakat kita sudah dikenal dengan kesantunan yang dimilikinya, keramahan, ragam budaya dan juga bahasa yang digunakan. Sebagian hal itu yang akhirnya membuat negara berkepulauan ini terkenal di negara negara lain. Jadi tidak heran kalau setiap negara pasti memiliki kebudayaan nya masing-masing dan juga memiliki nilai bermasyarakat yang juga beragam. Tetapi untuk negara yang satu ini terbilang cukup unik budayanya yaitu negara Jepang.

Negara Jepang ini selain dikenal dengan kemajuan teknologi yang sangat maju, kultur, budaya, dan juga stabilitas, negeri sakura juga ternyata memiliki kebiasaan yang unik atau juga jarang kita temukan di negara negara lain lho. Berikut ini kebiasaan unik yang dilakukan orang Jepang yang cukup unik untuk kita lakukan.

No Tipping

Kalau kalian habis membeli apapun di sana, jangan sekali kali untuk kalian memberikan mereka tip ke penjualnya, karena di Jepang jika kalian memberikan tip itu dianggap tidak sopan kepada mereka. Bahkan secara tidak langsung kalian ini dianggap ngerendahin si penjual karena kalian ini memberikan tip. Hal ini sangat berbeda di beberapa negara lain yang menerima tip dari pelanggan.

Kalau kalian tetap memaksa ingin memberikan tip, mereka akan ngejar-ngejar kalian untuk mengembalikan tip kalian. Bentuk rasa terima kasih bagi mereka para penjual hanya berupa jasa/produk yang mereka jual berguna untuk kalian. Bagaimana menurut kalian?

Janjian Bertamu dan Membawa Bingkisan

Kebiasaan ini mungkin jarang dilakukan oleh orang Indonesia, karena tidak semua orang Indonesia yang ingin main izin dulu biasanya orang Indonesia akan langsung datang ke rumah untuk main, tetapi untuk orang Jepang kebiasaan itu harus dilakukan, haru janjian terlebih dahulu untuk bermain dan juga harus membawa bingkisan ke rumah nya atau mungkin saja tidak semua seperti itu tetapi kebanyakan orang jepang menerapkan kebiasaan seperti ini.

Nah, di Jepang jika kalian mau bertamu pertama harus hubungin dulu si pemilik rumah, terus diwajibkan bawa bingkisan atau pemberian apapun buat si pemilik rumah. Karena, menurut budaya mereka, kalau kalian diundang ke rumah seseorang berarti itu sebuah kehormatan.

Tradisi Pesta di Kuburan

Apakah kalian mengetahui tradisi Hanami? Jadi, tradisi yang satu ini itu biasanya akan berlangsung selama musim semi saja. Masyarakat Jepang akan berbondong bondong berdatangan ke wilayah pemakaman dan juga melakukan piknik di sekitar makam tersebut.

Jadi dengan mereka berpesta, mulai dari makan, minum, sampai bernyanyi di makam tersebut penduduk Jepang percaya bahwa hal ini adalah sebuah bentuk penghormatan untuk para leluhur mereka. Maka hal yang seperti ini dilakukan di sekitar pemakaman.

Mereka Disiplin Tetapi Parkir Sepeda Sembarangan

Sudah pasti kalian sudah mengetahui bahwa negara Jepang itu bisa sangat maju karena mereka memiliki tingkat kedisiplinan yang ketat dan juga sudah pasti mereka terapkan untuk kegiatan sehari-hari mereka. Sikap yang seperti itu sudah diajarkan sejak dini oleh orang tua mereka. Mulai dari budaya untuk mengantri, tepat waktu, hingga ramah tamah nya. Tetapi masih ada satu pertanyaan yang mengganjal. Penduduk Jepang, terlebih lagi untuk di Osaka, suka memarkirkan sepeda mereka secara sembarangan.

Padahal ada tulisan yang tertera kalau sepeda dilarang parkir. For your information , sepeda sendiri udah jadi kendaraan yang banyak dipakai di Jepang. Kalu di Indonesia sudah pasti sepeda motor.

Peraturan yang Ada di Restoran Fast Food

Jika kalian ke negara Jepang dan makan makanan yang fast food disana kalian tidak akan menemukan saus sambal di sana karena di sana memang tidak menggunakannya. Dan jangan berharap untuk kalian bisa menemukan nasi di fast food karena mereka hanya akan menyediakan ayam atau burger saja. Jika di Indonesia sendiri makanan fast food akan memiliki rasa yang gurih karena menggunakan micin dan ayam atau daging burger nya juicy akan berbeda di fast food jepang semua akan terasa begitu kering. Sudah pasti rasanya akan berbeda walaupun dari produk yang sama yang ada di Indonesia.

Film asing di dubbing 

Dubbing itu pengisian suara karakter yang ada dalam sebuah film. Misalnya kalian nonton Running Man tapi yang ngomong bahasanya Indonesia, berarti sudah di-dubbing. Emang sih kalau nonton film asing pake subtitle kayaknya bikin konsentrasi kita terpecah jadi dua. Antara ngikutin adegan yang berlangsung sama baca teks di bawah biar tidak ketinggalan.

Di-dubbing juga rasanya agak aneh. Coba kalian bayangin dengerin suara Harry Potter pake bahasa Indonesia. Masih keren engga dia? Nah, di Jepang sendiri kebanyakan film asing itu di-dubbing, Kawan Muda. Salah satu dubber yang terkenal disana itu Tessho Genda, yang suka jadi pengisi suara Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Steven Seagal, Laurence Fishburne, Samuel L. Jackson, dan Dan Aykroyd.

Berjuang mati-matian untuk naik kereta

Kalau di negara Jepang kereta bawah tanah itu adalah transportasi paling umum digunakan untuk para pekerja yang ada di jepang, tidak hanya digunakan untuk orang kantoran saja tetapi juga anak sekolah dan anak yang kuliah akan menggunakan kereta bawah tanah sebagai alat transportasi nya mereka. Selain menggunakan kereta bawah tanah mereka akan jalan kaki atau juga naik sepeda untuk menuju ke tempat tujuan mereka. Kebiasaan yang satu ini bukan kebiasaan yang aneh tetapi  kebiasaan yang bagus untuk ditiru di setiap negara negara yang ada untuk menghindari polusi udara yang semakin parah.

Budaya Malu

Malu udah jadi budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Salah satunya Harakiri/Seppuku, kalian tau? Harakiri itu ritual sakral yang ada waktu era samurai/shogun. Ketika mereka kalah dari pertempuran atau melanggar janjinya sebagai seorang samurai, mereka bakal bunuh diri dengan nusukin katana (pedang kecil Jepang) ke perut mereka. Bisa juga bentuk kesetiaan atau membungkam diri.

kalau kalian sudah nonton film “Letter from Iwo Jima”, pasti kalian paham. Ada adegan di mana tentara Amerika mulai menelusuri pertahan Jepang di pulau Iwo Jima, dan tentara Jepang tetap bertahan dengan jumlah yang berbanding sangat jauh. Daripada menyerah di tangan musuh, akhirnya mereka ngelakuin bunuh diri massal dengan ngeledakin granat tangan ke dada mereka masing-masing. Salut. Budaya malu ini udah tertanam dalem banget di penduduk Jepang. Mereka malu kalau gak antri, mereka akan malu jika memotong jalan, mereka malu sama lingkungannya kalau melanggar peraturan atau norma yang berlaku. 

Pekerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum kalau bangsa Jepang itu pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang itu 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dibilang bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan ‘agak memalukan’ di Jepang dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk ‘yang tidak dibutuhkan’ oleh perusahaan.

Tidak Boleh Dilakukan Saat Berada di Jepang

Setiap negara umumnya memiliki aturan dan juga tata Krama yang berbeda beda di setiap negara. Saat sedang berkunjung ke suatu negara, ada baik nya kita mempelajari aturan yang berlaku di negara tersebut. Seperti contohnya di negara Jepang, Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang memegang Teguh etika. 

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Pergi ke Jepang

Hal ini tentunya menyangkut tentang kepercayaan serta norma-norma lainnya yang berlaku di dalam masyarakat. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa hal yang tidak diperbolehkan dilakukan judi sbobet88 di negeri sakura tersebut. Tentunya Hal ini akan berguna jika Anda akan mengunjungi negara tersebut pastinya Anda sudah mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di negara tersebut berikut ulasannya.

Awasebashi

Salah satu hal yang tabu untuk dilakukan di negeri sakura tersebut adalah Awasebasi yang dilarang dikarenakan dianggap membawa sebuah kesialan. Merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan di Jepang salah satunya kegiatan memberikan makanan kepada orang lain dari satu pasang sumpit ke sumpit lainnya. Di dalam tradisi kremasi, di mana tulang yang tersisa dari Abu kremasi nantinya akan di oper kepada anggota keluarga dengan menggunakan sebuah Sumpit karena Awasebashi mirip seperti itu, maka hal tersebut dianggap sebagai salah satu hal yang membawa kesialan. Oleh karena itu dilarang untuk memberikan Sumpit dari satu pasang ke satu pasang lainnya.

Memetik Bunga Sakura

Memetik bunga sakura menjadi salah satu hal yang dilarang dilakukan di Jepang siapa tak senang melihat sebuah bunga sakura yang berwarna merah muda yang sangat cantik? Bunga ini merupakan salah satu bunga kebanggaan bangsa Jepang yang dianggap sebagai salah satu bunga yang istimewa dan tergolong berumur pendek dan juga hanya mekar pada musim musim tertentu saja.Jadi, jangan coba untuk mengetik nya secara langsung dari tangkai jika anda mau lebih baik anda mengambil beberapa bunga sakura yang memang telah berguguran di bawah pohon. Karena memetik bunga sakura secara langsung adalah suatu hal yang tidak disukai oleh masyarakat Jepang.

Memberi Uang Tip di Restoran

Di Jepang sendiri tidak disarankan untuk memberi sebuah uang tip di saat makan di restoran Jepang. Sudah hal yang biasa untuk memberikan sebuah uang tip di restoran sebagai tanda terima kasih atas pelayanan mereka yang sangat baik namun, Anda tidak bisa melakukan hal ini di restoran Jepang karena hal tersebut bisa dianggap sebagai salah satu bentuk penghinaan. Bagi mereka, memberikan sebuah pelayanan terbaik memang menjadi suatu hal yang menjadi kewajiban, agar para Pelanggan nya senang dan kembali datang ke restoran tersebut. Jadi jika Anda mempunyai sebuah kebiasaan memberikan tip di restoran Tentunya Anda tidak bisa melakukan hal tersebut di negara Jepang.

Tidak Membungkuk

Hal yang tidak boleh dilakukan di Jepang selanjutnya adalah membuku sebelum bertegur sapa sebagai tanda suatu kesopanan. Para pengunjung Jepang yang memiliki rasa hormat yang tinggi, hal ini biasanya ditunjukkan dengan cara membungkuk sebelum berbicara kepada lawan bicara. Membungkuk atau dikenal juga dengan nama Ojigi ketika bertemu dengan seseorang yang sudah menjadi salah satu sebuah kewajiban. Hal tersebut artinya melambangkan skin sikap hormat dan juga rasa segan. Apabila nantinya sok seseorang tidak membungkuk saat akan bertegur sapa maka orang tersebut akan dinilai tidak memiliki sopan Santun ataupun sombong.

Mengotori Onsen ( Pemandian)

Hal selanjutnya yang juga tidak boleh dilakukan saat anda berkunjung ke negara Jepang adalah berendam di air panas. Jepang sendiri terkenal dengan Tradisi berendam di Pemandian air panas alam di onsen yang umumnya berupa pemandian umum. Dimana sebelumnya anda akan diwajibkan untuk melepas semua pakaian dan membersihkan diri dahulu dengan sabun sebelum anda masuk ke dalam Pemandian air panas. Karena tidak hanya anda yang akan berendam di sana, maka sudah seharusnya juga anda menjaga kebersihan diri selama berada di onsen

Menenggak Minuman Sebelum Kanpai!

Kegiatan minum bersama sebuah kerabat di kalangan masyarakat Jepang kanpai adalah bersulang dalam bahasa Jepang. Merupakan sebuah kata umum yang biasanya diucapkan sebelum anda meneguk minuman. Sudah sebuah kewajiban bagi masyarakat Jepang untuk Meninggikan gelasnya dan kemudian membenturkan gelas ke gelas teman lalu kemudian berteriak kanpai. Minuman bersama sama melambangkan sebuah rasa pertemanan yang dimana sebuah bentuk saling menghargai satu sama lain. Tradisi bersulang ini juga biasanya  dilakukan saat merayakan sebuah hal-hal besar yang sudah tercapai seperti halnya ulang tahun,promosi karir, pernikahan dan juga lain sebagainya.

Berbicara Keras dan Menggunakan Handphone di Kereta

Suasana kereta yang berada di negara Jepang yang sangat tertib dan juga tidak berisik, memang suatu hal yang menyenangkan rasanya ketika berjalan bersama teman sambil ngobrol, namun ketika di jepang mengobrol sampai berisik suatu hal yang melanggar etika, terutama jika nada sedang berada di kereta ataupun juga di lift. Mengobrol dengan menggunakan suara keras bisa saja mengganggu kenyaman orang yang ada di dalam kereta. Bahkan di kereta-kereta Jepang sendiri ada pengumuman untuk tidak menerima sebuah panggilan telepon dan mematikannya selama berada di dalam kereta. pada di jam-jam sibuk di pagi hari, suasananya yang ada di dalam kereta sangatlah sunyi karena para penumpang biasanya akan lebih memilih untuk membaca buku ataupun surat kabar dan juga mendengarkan musik melalui headset. 

Duduk di Kursi Prioritas

Jepang sendiri terkenal dengan sebuah sistem transportasi umumnya yang sangat maju. Salah satunya adalah satu fasilitas yang pastinya ada di dalam angkutan umum atau sebuah priority seat. Golongan yang masuk kedalam kategori prioritas adalah seperti ibu hamil, manula dan juga orang tua yang membawa anak dan orang sakit. Jika nada tidak termasuk ke dalam beberapa golongan di atas maka anda jangan duduk di dalam kuris tersebut meskipun kursi  tersebut sedang kosong. 

Membuang Sampah Sembarangan

 Umumnya tempat sampah yang ada di Jepang sendiri akan dipisah sesuai dengan materialnya. Di jepang tidak akan melihat sampah-sampah yang berserakan. Hal ini dikarenakan para penduduknya sadar akan sebuah kebersihan sehingga tidak adanya sampah yang berserakan atau membuang sampah tidak pada tempatnya. Sampah pun dipisahkan berdasarkan dengan materialnya yaitu yang mudah terbakar dan juga yang tidak mudah terbakar, juga beberapa sampah yang bisa didaur ulang. Di jepang terdapat beberapa tempat untuk sampah yang berupa sebuah vending machine yang dimana mesin tersebut nantinya akan mampu memisahkan sampah berdasarkan dengan jenis material sampah tersebut. Umumnya juga tempat sampah di conveneistore Jepang bergambar barang-barang apa saja yang harus di buang di tempat tersebut. 


Itulah hal-hal yang sebaiknya anda tidak lakukan ketika anda berkunjung ke Jepang. Dengan cara untuk mengikuti semua tata krama dan juga peraturan yang berlaku perjalan anda pastinya juga akan sangat nyaman dan juga akan sangat berkesan untuk anda.

Kebudayaan Unik Di Negeri Sakura

Kebudayaan Unik Di Negeri Sakura

Negara Jepang yang sering disebut negeri sakura memiliki aneka kebudayaan menarik yang memikat wisatawan untuk datang berkunjung. Keberagaman budaya ini memberi kesan yang unik bagi para turis. Budaya di Jepang terbagi menjadi dua jenis, yaitu kebudayaan tradisional, dan kebudayaan moderen yang di adaptasi dari kebudayaan luar. Aneka faktor bisa terpengaruh didalamnya, seperti dalam hal kepercayaan, aktivitas kebudayaan yang dijalani, seni dan pertunjukkan, tren busana, jenis entertainmen, serta berbagai jenis lainnya.

Kebudayaan Jepang yang Menarik

Seperti yang tercatat di sejarah, kebudayaan dari masyarakat Jepang merupakan salah satu yang orisinil dan terkenal. Tradisi asli tergolong cukup banyak, dan berbagai tradisi sejak ribuan tahun lalu hingga masa kini terus dipegang kuat masyarakat Jepang. Namun kebudayaan di Jepang tidak berhenti hanya sampai tradisi kuno saja. Berbagai perkembangan zaman turut berkontribusi dalam kehidupan masyarakat Jepang yang diakulturisasi dengan tren menjadi kebudayaan yang baru.

Pakaian, Adat dan Tradisi

Setiap negara umumnya memiliki kebudayaan yang berkaitan dengan pakaian tradisionalnya masing-masing. Dalam hal ini di Jepang, pakaian adat yang cukup terkenal disebut kimono. Dengan format pemakaian yang lebih rumit hingga menggunakan berbagai atribut, pemakainya sering memerlukan bantuan dalam mengenakannya, budaya penggunaan kimono menjadi suatu hal yang masih dipegang erat dan dikenakan untuk menghadiri acara formal. Terdapat beberapa jenis model kimono yang dikenakan, dibedakan dari keperluannya (seperti untuk menghadiri acara formal yang penting), yang dikhususkan untuk wanita lajang, untuk acara pemberkatan pernikahan, serta untuk dikenakan Geisha (sosok penghibur dalam adat Jepang, sering muncul dalam pertunjukkan dan kegiatan lainnya). Kimono dikenakan oleh wanita, sedangkan kaum pria biasa mengenakan hakama, pakaian tradisional dengan model yang lebih sederhana. Ada juga satu jenis pakaian tradisional untuk wanita menyerupai model kimono yang lebih sederhana. Pakaian ini biasa dikenakan oleh gadis muda saat mengunjungi festival yang di Jepang. Sering kali di Indonesia, seperti dalam acara pameran kebudayaan Jepang maupun di studio foto menyediakan beberapa pilihan yukata serta hakama untuk dipakai dalam berfoto.

Selain jenis pakaian tradisional yang berkaitan dengan adat, ada juga model pakaian yang berkaitan dengan tren dan budaya modern yang sering digunakan masyarakat Jepang di kota-kota besar, seperti di Tokyo, Akihabara, hingga beberapa daerah dari Tokyo (Shibuya, Shinjuku, Roponggi, dan daerah Takeshita-dori yang dikenal sebagai Harajuku). Berbagai macam busana moderen yang populer dikenakan sering disebut masyarakat dunia sebagai gaya harajuku, dengan ciri paduan warna tabrak dan mencolok mata serta penggunaan aksesoris yang sangat banyak seperti kalung, gelang, anting, cincin, kuncir dan jepit rambut serta sering juga mewarnai rambut hingga mengenakan wig. Ada juga beberapa budaya campuran dari tren barat seperti gaya Maid dan Butler yang mengenakan pakaian seperti pelayan ala budaya barat, tren berpakaian ala Gothic Lolita yang menyerupai pakaian klasik ala barat yang tampak seperti boneka, Visual-kei (gaya yang diusung oleh banyak band pemusik Jepang bertema rock), gaya Punk yang menggunakan berbagai brand pakaian karya desainer Jepang, hingga Cosplay (costume play) yang menggunakan aneka pakaian dan atribut seperti tokoh anime (kartun Jepang), game hingga film.

Theater dan Seni Peran Kabuki

Pertunjukkan theater dan tarian tradisional ini merupakan bentuk hiburan yang sangat populer di masa lalu, disebut sebagai Kabuki. Dalam pertunjukkan budaya ini, tokoh pemerannya selalu di hiasi dengan make-up dan kostum tradisional yang disesuaikan dengan watak karakter pemainnya. Make-up yang digunakan dalam kabuki disebut kesho, umumnya bernuansa wajah putih disertai garis-garis merah di wajah. Beberapa pemeran pun turut menggunakan wig menyesuaikan dengan unsur kebudayaan yang diangkat. Hal yang membuat unik adalah para pemainnya diisi oleh laki-laki semua, namun beberapa diantaranya banyak yang berperan sebagai wanita. Peran dalam Kabuki dibagi menjadi tiga, yaitu peran wanita (onnagata), peran pria (tachiyaku), dan peran jahat (katakiyaku). Pilihan semua peran diisi oleh laki-laki dalam pementasan ini diakibatkan dari terjadinya kasus prostitusi yang dilakukan oleh wanita pemeran kabuki di masa lampau.

Peran yang dilakonkan dalam kabuki terbagi menjadi dua Aragoto serta Wagoto. Menggunakan kostum bergaya tradisional dalam mementaskan pertunjukkan. Kabuki memiliki 2 jenis pementasan; yaitu Kabuki-odori dan Kabuki-geki. Pada jenis Kabuki-odori hanya berisikan tarian dan nyanyian, sedangkan pada Kabuki-geki terdapat unsur cerita didalamnya. Akibat dari kuasa dari era Shogun-Edo yang menekan pada cerita klasik peran keshogunan dan kepahlawanan yang kharismatik, pada masa kini hanya tersedia jenis Kabuki-geki yang terus berkembang sedangkan Kabuko-odori hilang secara perlahan.

Aneka Festival Unik Di Jepang

Terdapat aneka macam festival yang diselenggarakan di Jepang, baik itu yang jenisnya menikmati keindahan alam, hingga yang bercampur dengan bazaar. Satu festival terkenal di Jepang adalah Hanami, yang berarti ‘melihat bunga’, yang menjadi salah satu tradisi yang mengadakan acara berkumpul bersama keluarga atau teman dengan hamparan tikar sambil menikmati makanan dan minuman di bawah pohon sakura saat sedang bermekaran.

Selain festival menikmati alam, Jepang juga memiliki festival yang merupakan campuran dari pameran bazaar dan festival budaya. Jenis ini sering diadakan di Indonesia, seperti acara tahunan yang diadakan dengan bekerja sama dengan masyarakat Jepang yang tinggal di Indonesia, atau acara seni budaya yang juga rutin diadakan beberapa Universitas ternama, seperti UI, Binus, UNJ, dan beberapa Universitas lainnya. Acara ini biasa disebut dengan nama Bunkasai, sesuai dengan bahasa jepang dari festival. Bunkasai yang diadakan di Indonesia biasa banyak diisi dengan bazaar, stand makanan, acara perlombaan karaoke, Cosplay, hingga Obake (rumah hantu ala Jepang). Festival ini banyak diminati masyarakat, sehingga acaranya hampir selalu penuh hingga diliput oleh beberapa saluran TV penyiar berita. Bahkan dalam beberapa festival bertaraf internasional, beberapa kontestan yang memenangkan perlombaan seperti Cosplay banyak yang diterbangkan ke luar negeri seperti si Singapore, dan Amerika untuk kembali bertanding sebagai kontestan perwakilan dari Indonesia.