Mengetahui Budaya Pacaran yang ada di Jepang

Tradisi yang ada di Jepang baik itu tradisi yang berkaitan dengan makan atau sopan santun, Jepang juga terkenal dengan memiliki banyak budaya unik. Keunikan itu juga termasuk ke dalam beberapa aspek budaya berpacaran yang ada di Jepang yang sangat sedikit bisa untuk dipahami oleh kebanyakan orang. Kebudayaan yang ada di Jepang bukan hanya apa yang ada di Jepang saja tetapi juga masih banyak lagi.

Bagaimana budaya pacaran yang ada di Jepang dari sudut pandang wanita Jepang, apakah kalian penasaran bagaimana dari sudut pandang nya wanita Jepang nya langsung? Berikut ini budaya pacaran dari sudut pandang wanita Jepang langsung.

Perlu Adanya Pernyataan Perasaan

Dalam banyak situasi, ketika pasangan kekasih Jepang mulai berpacaran, hubungan itu diawali oleh “pernyataan perasaan” atau “kokuhaku” dalam bahasa Jepang. Ini adalah momen ketika salah satu pihak menyatakan perasaannya kepada seseorang dan memintanya untuk menjadi kekasih. Dari sinilah hubungan tersebut dimulai.

Sebaliknya, alih-alih meminta konfirmasi tentang perasaan pasangan mereka, pasangan Barat cenderung melakukan sejumlah kencan terlebih dahulu dan secara bertahap membangun kesadaran bersama bahwa mereka berpacaran. Karena ada beberapa orang di Barat yang mungkin berpikir mereka memiliki kesempatan (untuk mengarah kepada suatu hubungan atau hanya sekedar untuk one night stand relationship) jika seseorang setuju untuk minum kopi bersama mereka?! Di Jepang, orang sering pergi makan siang atau minum teh bersama hanya sebagai teman. Itulah sebabnya mengapa di Jepang, jika Anda tidak menyatakan perasaan dan mengakui perasaan satu sama lain, Anda mungkin tidak akan pernah tahu kapan hubungan sebagai sepasang kekasih benar-benar dimulai.

Pasangan Kekasih Lebih Suka Membagi Tagihan Jajan Mereka

Hal ini dapat bervariasi antara generasi tangkasnet terbaru dan daerah, atau antara pasangan itu sendiri. Namun, ada tren di kalangan pasangan generasi muda untuk membagi tagihan atau patungan pada saat berkencan sebagai perkembangan hubungan mereka. Perlu diketahui, hal itu dilakukan bukan karena orang Jepang pelit! Sebaliknya, orang Jepang tumbuh dengan pola pikir bahwa membagi sesuatu secara adil membuat hal-hal menjadi seimbang dan meningkatkan hubungan pribadi. Ada perasaan bahwa pasangan harus berbagi hal yang sama satu sama lain. Kabarnya, banyak pria yang memilih untuk membayar seluruh tagihan pada momen-momen spesial, seperti Natal, ulang tahun, atau anniversary.

Pergi Seharian / Kencan di Akhir Pekan

Mereka biasanya bertemu untuk makan siang atau hang out selama beberapa jam sambil minum kopi, makan, atau jalan-jalan. Tentu saja, orang Jepang juga melakukan hal itu ketika berkencan, tetapi mereka biasanya menghabiskan waktu bersama lebih lama. Acara pokok dalam kencan orang Jepang di antaranya adalah mengunjungi taman hiburan, pergi berbelanja, atau melihat pertunjukan kembang api. Itu pula yang menjadi alasan mengapa orang Jepang merencanakan kencan di akhir pekan, yang umumnya berlangsung selama setengah atau satu hari. Disisi lain, beberapa orang mungkin berpikir bahwa makan siang atau bertemu di kafe saja sudah cukup.

Tidak Menunjukan Kemesraan di Publik 

Anda pasti sering melihat pasangan kekasih di Barat menunjukkan kemesraannya di publik dengan saling berpelukan atau bercumbu. Secara umum, pasangan Jepang mungkin banyak yang berpegangan tangan, tetapi biasanya tidak bercumbu di publik atau mengumbar kemesraan yang berlebihan.

Dari perspektif penulis, ada dua alasan yang bisa menjelaskan hal itu. Pertama, orang Jepang cenderung lebih menghargai privasi, dan menghindari PDA (Public Display of Affection) akan melindungi hubungan itu sendiri. Kedua, sebagian besar orang akan memandang pasangan tersebut tidak memiliki moral publik, dan ada pula pasangan yang merasa bahwa PDA membuat orang-orang di sekitar menjadi tidak nyaman.

Tidak Mengatakan Cinta dengan Kata-kata

Orang Jepang memang pemalu dan tidak bisa langsung mengatakan “I love you” sebebas orang-orang di Barat. Biasanya, orang mengerti bahwa pasangan mereka tahu bagaimana perasaan mereka, meskipun tidak mengungkapkannya dengan kata-kata.

Tentu saja, setiap orang berbeda, ada pula pertengkaran yang timbul karena kurangnya ekspresi cinta dari pasangan. Namun, “memahami tanpa kata-kata” adalah bagian unik dari budaya orang Jepang.

Berkencan di Rumah

Ada banyak pasangan di Jepang yang lebih memilih menggunakan hari libur mereka untuk bersantai. Oleh sebab itu, sebagian besar pasangan suka menonton DVD atau bermain game bersama di rumah. Di sisi lain, tampaknya pasangan Barat cenderung menggunakan hari libur mereka sebagai kesempatan untuk beraktivitas di luar, atau berkumpul bersama teman-teman.

Orang Jepang berpikir bahwa menghabiskan waktu berdua dengan pasangan sangatlah penting, hal itu sedikit berbeda dari pasangan Barat yang suka berbagi waktu mereka dengan teman-teman.

Hari Valentine Hari Wanita Mengungkapkan Perasaan

Hari Valentine biasanya digunakan para pria untuk mengajak wanita berkencan. Di Jepang, Hari Valentine lebih umum digunakan wanita untuk memberikan hadiah coklat kepada pria yang disukainya. Bahkan ini menjadi hari yang dinanti-nanti oleh para pria.

Satu bulan kemudian pada tanggal 14 Maret, Jepang memiliki tradisi budaya khusus yang disebut White Day, pada hari inilah para pria membalas memberi hadiah kepada wanita yang memberinya coklat. Selain itu, wanita biasanya juga memberikan coklat kepada orang-orang yang dikagumi atau berjasa dalam hidupnya. Mereka juga sering memberikan tomo-choco (“coklat pertemanan”) kepada teman-teman, atau menghadiahi giri-choco (“coklat kewajiban”) kepada rekan kerja atau atasan mereka.

Tinggal Bersama Sebelum Menikah

Tinggal bersama dianggap sebagai langkah penting sebelum menikah. Di Jepang, ini bukan kebiasaan umum. Baru-baru ini, “semi-kohabitasi” atau semi-hidup bersama mulai banyak dilakukan. Pasangan kekasih biasanya menghabiskan waktu setengah minggu atau akhir pekan bersama, meskipun mereka tidak secara resmi tinggal bersama. Sebagian besar orang berpikir bahwa dengan hidup bersama sebelum menikah tidak akan menjamin terjadinya pernikahan atau membuat situasi pernikahan akan menjadi lebih baik.

Tradisi menyatakan perasaan berfungsi sebagai tahap untuk pasangan dapat memperjelas bahwa mereka secara eksklusif berpacaran sejak awal. Oleh karena hal itu pula, langkah-langkah menuju pernikahan relatif lebih lancar dibandingkan dengan Barat.

Memiliki Kesadaran untuk Menikah

Jika di luar negri, tampaknya pasangan kekasih baru akan memulai memikirkan pernikahan setelah berkencan dan kemudian tinggal bersama. Di lain pihak, pemikiran tentang pernikahan mulai terlihat dari perubahan generasi, orang Jepang memiliki kesadaran yang kuat untuk menikah ketika mereka mencapai usia pertengahan 20-an. 

Ini murni dari sudut pandang wanita di usia 20-an, tetapi ketika seseorang sudah lulus dan memasuki dunia kerja, mereka lebih memilih hubungan jangka panjang yang mengarah ke pernikahan. Sebagian pemikiran ini berasal dari adanya anggapan bahwa menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak mengarah kepada pernikahan hanyalah buang-buang waktu. Mengevaluasi pasangan mereka melalui tahap-tahap dalam hubungan adalah sesuatu yang unik bagi wanita Jepang.

Kebiasaan Aneh ini Hanya Dilakukan di Jepang

Sekarang ini perkembangan budaya dan juga nilai setiap negara sudah pasti akan berbeda. Karena hal itulah yang akan menjadi cerminan bagi semua negara yang ada di dunia. Melalui kebudayaan. Di Indonesia, masyarakat kita sudah dikenal dengan kesantunan yang dimilikinya, keramahan, ragam budaya dan juga bahasa yang digunakan. Sebagian hal itu yang akhirnya membuat negara berkepulauan ini terkenal di negara negara lain. Jadi tidak heran kalau setiap negara pasti memiliki kebudayaan nya masing-masing dan juga memiliki nilai bermasyarakat yang juga beragam. Tetapi untuk negara yang satu ini terbilang cukup unik budayanya yaitu negara Jepang.

Negara Jepang ini selain dikenal dengan kemajuan teknologi yang sangat maju, kultur, budaya, dan juga stabilitas, negeri sakura juga ternyata memiliki kebiasaan yang unik atau juga jarang kita temukan di negara negara lain lho. Berikut ini kebiasaan unik yang dilakukan orang Jepang yang cukup unik untuk kita lakukan.

No Tipping

Kalau kalian habis membeli apapun di sana, jangan sekali kali untuk kalian memberikan mereka tip ke penjualnya, karena di Jepang jika kalian memberikan tip itu dianggap tidak sopan kepada mereka. Bahkan secara tidak langsung kalian ini dianggap ngerendahin si penjual karena kalian ini memberikan tip. Hal ini sangat berbeda di beberapa negara lain yang menerima tip dari pelanggan.

Kalau kalian tetap memaksa ingin memberikan tip, mereka akan ngejar-ngejar kalian untuk mengembalikan tip kalian. Bentuk rasa terima kasih bagi mereka para penjual hanya berupa jasa/produk yang mereka jual berguna untuk kalian. Bagaimana menurut kalian?

Janjian Bertamu dan Membawa Bingkisan

Kebiasaan ini mungkin jarang dilakukan oleh orang Indonesia, karena tidak semua orang Indonesia yang ingin main izin dulu biasanya orang Indonesia akan langsung datang ke rumah untuk main, tetapi untuk orang Jepang kebiasaan itu harus dilakukan, haru janjian terlebih dahulu untuk bermain dan juga harus membawa bingkisan ke rumah nya atau mungkin saja tidak semua seperti itu tetapi kebanyakan orang jepang menerapkan kebiasaan seperti ini.

Nah, di Jepang jika kalian mau bertamu pertama harus hubungin dulu si pemilik rumah, terus diwajibkan bawa bingkisan atau pemberian apapun buat si pemilik rumah. Karena, menurut budaya mereka, kalau kalian diundang ke rumah seseorang berarti itu sebuah kehormatan.

Tradisi Pesta di Kuburan

Apakah kalian mengetahui tradisi Hanami? Jadi, tradisi yang satu ini itu biasanya akan berlangsung selama musim semi saja. Masyarakat Jepang akan berbondong bondong berdatangan ke wilayah pemakaman dan juga melakukan piknik di sekitar makam tersebut.

Jadi dengan mereka berpesta, mulai dari makan, minum, sampai bernyanyi di makam tersebut penduduk Jepang percaya bahwa hal ini adalah sebuah bentuk penghormatan untuk para leluhur mereka. Maka hal yang seperti ini dilakukan di sekitar pemakaman.

Mereka Disiplin Tetapi Parkir Sepeda Sembarangan

Sudah pasti kalian sudah mengetahui bahwa negara Jepang itu bisa sangat maju karena mereka memiliki tingkat kedisiplinan yang ketat dan juga sudah pasti mereka terapkan untuk kegiatan sehari-hari mereka. Sikap yang seperti itu sudah diajarkan sejak dini oleh orang tua mereka. Mulai dari budaya untuk mengantri, tepat waktu, hingga ramah tamah nya. Tetapi masih ada satu pertanyaan yang mengganjal. Penduduk Jepang, terlebih lagi untuk di Osaka, suka memarkirkan sepeda mereka secara sembarangan.

Padahal ada tulisan yang tertera kalau sepeda dilarang parkir. For your information , sepeda sendiri udah jadi kendaraan yang banyak dipakai di Jepang. Kalu di Indonesia sudah pasti sepeda motor.

Peraturan yang Ada di Restoran Fast Food

Jika kalian ke negara Jepang dan makan makanan yang fast food disana kalian tidak akan menemukan saus sambal di sana karena di sana memang tidak menggunakannya. Dan jangan berharap untuk kalian bisa menemukan nasi di fast food karena mereka hanya akan menyediakan ayam atau burger saja. Jika di Indonesia sendiri makanan fast food akan memiliki rasa yang gurih karena menggunakan micin dan ayam atau daging burger nya juicy akan berbeda di fast food jepang semua akan terasa begitu kering. Sudah pasti rasanya akan berbeda walaupun dari produk yang sama yang ada di Indonesia.

Film asing di dubbing 

Dubbing itu pengisian suara karakter yang ada dalam sebuah film. Misalnya kalian nonton Running Man tapi yang ngomong bahasanya Indonesia, berarti sudah di-dubbing. Emang sih kalau nonton film asing pake subtitle kayaknya bikin konsentrasi kita terpecah jadi dua. Antara ngikutin adegan yang berlangsung sama baca teks di bawah biar tidak ketinggalan.

Di-dubbing juga rasanya agak aneh. Coba kalian bayangin dengerin suara Harry Potter pake bahasa Indonesia. Masih keren engga dia? Nah, di Jepang sendiri kebanyakan film asing itu di-dubbing, Kawan Muda. Salah satu dubber yang terkenal disana itu Tessho Genda, yang suka jadi pengisi suara Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Steven Seagal, Laurence Fishburne, Samuel L. Jackson, dan Dan Aykroyd.

Berjuang mati-matian untuk naik kereta

Kalau di negara Jepang kereta bawah tanah itu adalah transportasi paling umum digunakan untuk para pekerja yang ada di jepang, tidak hanya digunakan untuk orang kantoran saja tetapi juga anak sekolah dan anak yang kuliah akan menggunakan kereta bawah tanah sebagai alat transportasi nya mereka. Selain menggunakan kereta bawah tanah mereka akan jalan kaki atau juga naik sepeda untuk menuju ke tempat tujuan mereka. Kebiasaan yang satu ini bukan kebiasaan yang aneh tetapi  kebiasaan yang bagus untuk ditiru di setiap negara negara yang ada untuk menghindari polusi udara yang semakin parah.

Budaya Malu

Malu udah jadi budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Salah satunya Harakiri/Seppuku, kalian tau? Harakiri itu ritual sakral yang ada waktu era samurai/shogun. Ketika mereka kalah dari pertempuran atau melanggar janjinya sebagai seorang samurai, mereka bakal bunuh diri dengan nusukin katana (pedang kecil Jepang) ke perut mereka. Bisa juga bentuk kesetiaan atau membungkam diri.

kalau kalian sudah nonton film “Letter from Iwo Jima”, pasti kalian paham. Ada adegan di mana tentara Amerika mulai menelusuri pertahan Jepang di pulau Iwo Jima, dan tentara Jepang tetap bertahan dengan jumlah yang berbanding sangat jauh. Daripada menyerah di tangan musuh, akhirnya mereka ngelakuin bunuh diri massal dengan ngeledakin granat tangan ke dada mereka masing-masing. Salut. Budaya malu ini udah tertanam dalem banget di penduduk Jepang. Mereka malu kalau gak antri, mereka akan malu jika memotong jalan, mereka malu sama lingkungannya kalau melanggar peraturan atau norma yang berlaku. 

Pekerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum kalau bangsa Jepang itu pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang itu 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).

Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dibilang bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan ‘agak memalukan’ di Jepang dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk ‘yang tidak dibutuhkan’ oleh perusahaan.

Tradisi dan Budaya yang Hanya Ada di Jepang

Sebelum kalian mulai meneliti lebih lanjut lagi mengenai macam-macam budaya yang ada di Jepang, ada baiknya kalau kalian mulai mengetahui apa itu makna budaya yang ada di dunia.  Jadi budaya itu adalah suatu cara hidup yang akan dijalankan orang lain dan juga sudah pasti kita yang akan berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan sudah diwariskan dari generasi ke generasi yang sudah ada dari zaman dahulu. Budaya yang ada di dunia sudah mulai terbentuk dari banyak unsur-unsur yang rumit, sudah termasuk dari sistem agama dan politik yang ada, adat istiadat yang sudah ada juga, bahasa yang dimiliki setiap negara yang ada, perkakas yang dimiliki, pakaian yang digunakan, bangunan yang dimiliki, dan karya seni yang sudah ada di dunia. Jadi budaya itu memiliki artian yang sangat lumayan kompleks ya. Budaya yang kita miliki saja sudah sangat banyak, Budaya yang ada di Jepang juga tidak kalah banyaknya.

Negara kita di Indonesia terbentang sangat luas dari barat hingga ke timur, sedangkan negara Jepang terbentang dari selatan ke utara. Dari kedua negara ini sudah pasti tentu akan sangat berbeda budaya yang dimilikinya. Dari pengaruh wilayah dan pengaruh budaya lainnya akan melahirkan sebuah situs mpo keberagaman budaya yang dimilikinya dan juga pasti sangat berbeda. Kali ini mari kita lihat ada apa saja yang dimiliki oleh budaya nya orang Jepang, baik itu dari budaya tradisional masyarakat Jepang hingga budaya yang sudah modern dan sangat populer hingga ke berbagai penjuru yang ada di dunia.

Pakaian Tradisional Jepang

Jepang ini memiliki pakaian Tradisional yang disebut dengan Kimono, sudah banyak orang tahu bahwa kimono ini adalah pakaian Tradisional yang berasal dari Jepang. Dahulu kimono ini sering digunakan untuk kegiatan orang Jepang sehari-hari, namun pada saat ini, komono ini hanya akan digunakan untuk acara-acara yang khusyu saja. Kimono ini bisa di pakai oleh pria atau wanita, kimono yang digunakan oleh pria pada umumnya lebih sederhana baik dalam desain yang dimilikinya, maupun pada motifnya dan juga warnanya yang biasanya itu didominasi oleh berwarna-warna yang gelap seperti warna hijau tua, coklat tua, biru tua atau hitam, sedangkan untuk Kimono yang digunakan oleh wanita dikenal ada beberapa jenis yang menunjukkan umur mereka para pemakai nya, status perkimpoian, dan tingkat formalitas yang dimilikinya dari acara yang akan dihadiri juga akan sangat beragam. Disamping itu kimono yang digunakan oleh wanita juga memiliki berbagai macam aksesoris tambahan yang cukup banyak yang digunakan oleh wanita, baik itu yang untuk di rambut wanita tas yang dipegang oleh pemakainya dan lain sebagainya.

Geisha 

Geisha itu merupakan seorang seniman-penghibur tradisional yang ada di Jepang. Geisha ini mulai muncul dan menjadi sangat umum untuk kalangan orang Jepang mulai pada abad yang ke-18 dan juga pada abad ke-19, dan bahkan geisha ini masih sangat terkenal hingga sekarang ini, meskipun jumlah yang dimiliki oleh Geisha ini sudah mulai menurun pada setiap tahunnya. Sebutan lain untuk seniman Geisha itu diantaranya adalah “Geiko” dan “Maiko”. Istilah yang ada pada “Geiko” dan “Maiko” ini mulai digunakan pada zaman Restorasi Meiji. Istilah dari sebutan Geiko ini Merupakan sebutan lain untuk Geisha sedangkan untuk sebutan Maiko ini merupakan sebutan untuk Geisha yang masih pemula. Pada sebutan Maiko hanya akan digunakan pada daerah Kyoto saja. Saat pertama kali muncul, semua Geisha adalah seorang laki-laki, sedangkan saat perempuan mulai mengambil alih peran yang dimiliki oleh Geisha laki-laki semuanya mulai berganti kegiatan, istilah pada Geisha ini sempat berubah menjadi Onna Geisha atau kalau diartikan sebagai “seniman wanita”. Namun untuk sekarang ini semua Geisha yang ada hanya diperbolehkan untuk perempuan saja, laki laki sudah tidak boleh lagi bekerja menjadi Geisha.

Untuk menjadi seorang Geisha atau seniman-penghibur secara tradisional akan dilatih sejak masih muda. Rumah-rumah yang akan disinggahi oleh Geisha (atau disebut sebagai Okiya) seringkali membawa para gadis yang masih muda dan berasal dari keluarga yang miskin dan mereka akan dibesarkan dan juga akan dilatih di rumah tersebut hingga mereka menjadi Geisha. Selama masa kecil yang mereka jalani, para Geisha yang masih menjadi pemula ini awalnya akan bekerja sebagai pembantu para Geisha yang sudah senior, kemudian sebagai asisten senior para Geisha dari pemilik rumah sebagai bagian dari latihan yang mereka jalani dan untuk membantu mereka melakukan biaya pemeliharaan dan juga untuk  pendidikan yang mereka jalani sebagai calon Geisha. Dan hingga saat ini tradisi untuk pelatihan Geisha ini masih bisa kalian temukan di Jepang.

Setelah seorang wanita yang dilatih ini dinyatakan menjadi seorang Geisha pemula (maiko) dia akan mulai menemani para senior Geisha ke rumah teh yang sudah disediakan oleh tempat Geisha ini dilatih, pesta-pesta, dan juga perjamuan yang memang sudah sangat lumrah dilakukan oleh orang Jepang merupakan lingkungan untuk para pekerja seorang Geisha. Geisha yang sudah modern seperti sekarang tidak lagi dibeli oleh rumah Geisha untuk diangkat menjadi anak didik mereka. Untuk menjadi seorang Geisha pada sekarang ini sudah bersifat sukarela saja siapa yang menginginkan saja. Sekarang ini, paling banyak para Geisha mulai berlatih pada saat usia mereka menginjak usia belasan tahun.

Upacara Minum Teh yang ada di Jepang

Upacara minum teh atau yang biasa dikenal dengan kata Chad? atau kata Sad?. acara minum teh ini adalah upacara yang mencerminkan kepribadian yang dimiliki dan pengetahuan yang tuan rumah ketahui, hal ini yang mencakup antara lain tujuan hidup masyarakatnya, cara berpikir masyarakatnya, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara orang Jepang meletakkan benda seni di dalam ruangan pada saat upacara minum teh (chashitsu) itu berlangsung.

Ikebana 

Ikebana ini adalan kesenian untuk merangkai bunga yang berasal dari Negara Jepang. Bunga ini memiliki sebuah kehormatan dalam kebudayaan yang ada di Jepang, karena pada Bunga ini dianggap sebagai tempat bersemayamnya Tuhan, sang penciptanya manusia. Bunga akan dirangkai dalam bentuk tertentu dan akan diletakkan di altar utama. Awalnya itu dalam pembuatan bunga akan sangatlah sederhana, namun untuk saat ini pembuatan bunga akan semakin sulit dan juga menjadi sangat kompleks dan di butuh pembelajaran keahlian dalam pembuatan bunga tersebut.

Tako 

Kesenian yang ada di Jepang ini berupa layang-layang yang ada sudah ada sejak zaman periode Nara (649-793 AD). Design yang dimiliki oleh layang layang dari negeri Jepang ini cukup unik dan sangat beragam dan juga sangat mudah untuk kalian membedakan nya dengan design yang ada pada layang layang dari negara atau wilayah yang lain. Mainan ini akan dianggap sangat berbahaya karena pada talinya tersebut bisa saja bersentuhan dan akan mengganggu aliran kabel listrik yang ada disana dalam lah ini juga bisa berakibatkan fatal bagi pelaku yang melakukannya. Pada penerbangan layang layang hanya bisa kalian jumpai di event yang khusus atau ada dalam festival budaya saja tentu saja hal ini yang mau tidak mau harus mereka hadirkan.

Budaya yang Ada di Jepang yang sangat Positif Untuk Ditiru

Jepang merupakan negara yang sudah sangat maju di Asia, bahkan hingga pada level dunia pun sudah mengakuinya. Warga Jepang ini mempunyai motivasi yang sangat besar agar lebih maju. Hal ini sudah membuktikan bahwa kemampuan yang dimilikinya adalah segalanya. Kegigihan yang dimiliki mereka untuk membangun sebuah negara memang sudah tidak perlu diragukan lagi deh.

Sebenarnya ada tidak sih rahasia kenapa orang Jepang bisa seperti itu? Jawabannya adalah orang Jepang itu memiliki sifat yang sangat tertib.

Wah jadi ingin tinggal disana deh, untuk yang ingin tinggal di Jepang coba kalian pelajari gaya hidup orang-orang yang ada di Jepang sebelum kalian berangkat kesana dan tinggal disana. Nah, kali ini kami akan mengulas tentang beberapa kebiasaan yang positif orang Jepang yang bisa saja kalian atau warga Indonesia bisa jadikan sebuah contoh , dan juga bisa kalian terapkan pada kehidupan sehari-hari kalian, kira-kira bisa tidak ya.

Bagi orang Jepang Waktu itu adalah Uang

Kalian juga pasti sudah mendengar atau bahkan mengatakan time is money dan jarang sekali yang menerapkan hal ini, nah di Jepang ini juga memiliki motto yang sama yaitu Time is money hal ini adalah yang menjadi prinsip mereka. Bagi mereka waktu itu adalah segalanya karena mereka berpikir kalau kalian tidak akan bisa mengembalikan waktu, sebenarnya bukan hanya orang Jepang yang menganggap kalau mereka tidak bisa mengembalikan waktu tetapi memang semua orang yang ada tidak akan bisa mengembalikan waktu. Mereka itu paling anti dengan jam karet yang sering dilakukan oleh orang-orang yang ada di Indonesia bahkan hanya orang Indonesia yang menerapkan sistem ngaret seperti itu.

Mereka akan selalu datang lebih awal ketika mereka bekerja dan juga mereka akan selalu pulang terlambat ketika mereka pulang kerja, bahkan ada yang menerapkan kalau orang orang atau atasan belum pulang mereka tidak akan pulang juga sehingga hal inilah yang berakhir mereka akan balik malam sekali bahkan hingga dini hari dan hal ini akan terulang di hari-hari kemudian. Sepulang kerja terkadang mereka juga akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang minum alkohol atau sekedar bermain sama teman-teman kantor nya tetapi hal itu tidak membuat mereka kehilangan semangat ketika bekerja esok harinya. Hal itu sudah sangat biasa mereka lakukan dan mereka pun sudah terbiasa dengan hal yang mereka lakukan.

Orang Jepang itu Memiliki Semangat hidup yang Hemat dalam kegiatan keseharian nya

Pada pengelolaan keuangan yang dimiliki orang Jepang sangat dikenal dengan pengelolaan yang sangat baik, hal ini bisa kalian lihat dari banyaknya alat-alat yang sudah diciptakan untuk menghematkan waktu bahkan pengeluaran keseharian kita dan membuat hidup lebih produktif lagi.

Selain itu yang dimiliki warga Jepang itu adalah kebiasaan bagi wanita maupun laki-laki yang tinggal di Jepang adalah mereka akan belanja setelah jam setengah delapan malam, yang dimana ternyata toko dan supermarket yang ada di Jepang biasanya akan memberikan potongan harga untuk makanan atau semua bahan bahan makanan hingga 50% ketika setengah jam sebelum toko tersebut mulai tutup.

Tidak ada Budaya Mentraktir

Jika warga negara Indonesia ini sangat sering mengenal kebiasaan mengajak makan bareng, jalan bareng, mentraktir teman sepulang kerja atau bisa saja mentraktir teman saat kalian berulang tahun . Dan kadang juga teman yang mengajak harus membayar ongkos jalan atau makannya. Hal ini sangat berbeda dengan Jepang, jika ada orang mengajak makan bareng bukan berarti kalian akan ditraktir, tetapi hal ini akan kalian lakukan yaitu membayarnya sendiri-sendiri, karena disana tidak dibiasakan untuk mentraktir orang lain mau itu teman sendiri pun.

Walaupun Jepang Pengembang Teknologi, orang Jepang ini bukanlah gadget Freak.

Kalau kalian bisa menghitung teknologi apa saja yang sudah di buat oleh orang Jepang, sudah dapat dipastikan  kalian akan mengalami kesulitan untuk kalian hitung sudah ada berapa banyak hasil buatan orang Jepang karena sudah ada banyak banget lho, bahkan ada smartphone yang dikembangkan di Jepang. Hal ini karena memang orang Jepang itu kreatif dan inovatif sehingga produk mereka banyak yang sudah dikenal bahkan sampai ke mancanegara.

Walaupun seperti itu, negara Jepang ini malah menerapkan larangan untuk membawa gadget ke sekolah. Tujuannya sudah pasti, agar para pelajar yang ada itu bisa fokus untuk belajar saja. Yang dipikiran anak-anak Jepang itu sudah pasti gadget bisa saja memakainya setelah mereka pulang sekolah.

Orang Jepang Menganggap bahwa Budaya Baca adalah Sumber Pengetahuan

Lain dengan gadget, lain juga dengan buku. Nah, saking cintanya mereka dengan membaca, mereka biasanya akan menghabiskan waktu luang yang mereka miliki dengan cara mengisinya dengan membaca hal hal yang mereka ilmu pengetahuan. Sampai-sampai pada saat mereka berada dalam kendaraan pun juga mereka membaca. Bahkan kendaraan yang mereka tumpangi itu adalah kereta bawah tanah yang umum.

Pasti kalian sudah mengetahui fakta bahwa mereka jika bepergian lebih suka menggunakan kereta bawah tanah dengan alasan memanfaatkan waktu yang lama di kereta untuk memiliki waktu membaca, selain itu juga kereta yang ada di Jepang ini tidak menimbulkan getaran yang banyak akibatnya itu akan menyebabkan gangguan saat kalian membaca.

Orang Jepang selalu Menghargai Sebuah Proses Bukan Hanya Hasilnya saja

Orang Jepang selalu percaya bahwa tidak akan ada kesuksesan yang dihasilkan dengan cara instan. Kalaupun kesuksesan yang dimilikinya itu didapatkan dengan cara instan itu pasti tidak akan bertahan dengan lama. Sehingga ketika mereka masih muda mereka akan selalu bekerja keras untuk membangun sebuah pondasi bisnisnya agar kuat. Dari mulai tantangan rintangan hingga tantangan yang berat sekalipun telah menjadi hal yang sangat biasa bagi mereka. Justru itu adalah dari proses untuk menuju kesuksesan hal ini juga yang membuat kalian untuk bisa belajar banyak hal. Sehingga mereka akan selalu menghargai setiap usaha yang kalian miliki atau yang mereka miliki untuk menuju kesuksesan.

Mereka juga terkenal dengan loyalitas yang tinggi

Orang Jepang ini juga dikenal dengan memiliki loyalitas yang cukup tinggi. Dalam kehidupan yang mereka jalani itu paling memiliki pekerjaan di 2 kantor saja atau bisa dikatakan mereka ini betah berada di kantor yang mereka tempati itulah yang menjadikan mereka sangat loyal terhadap hidupnya, tidak sama dengan kebanyakan di negara-negara lain yang berpindah pindah dari perusahaan lain ke perusahaan lainnya untuk mengejar gaji yang tinggi atau bahkan mereka sudah bosan. Tetapi hal ini berbeda dengan orang Jepang mereka ini tidak akan berpindah pindah tempat kerja karena di Jepang itu memiliki gaji yang rata-ratanya sama saja di perusahaan yang ada di Jepang.

Karakteristik Orang Jepang yang Unik dan Menarik

Terkenal karena berbagai macam budayanya, Jepang juga menjadi negara yang sangat populer akan karakteristik orang-orangnya yang cukup unik. Cara hidup mereka yang sangat unik membuat orang-orang Jepang tersebut terlihat sangat menarik. Identitas inilah yang kemudian berhasil membedakan mereka dengan orang-orang dari negara lain. Bahkan, ada beberapa karakteristik baik yang bisa kita tiru di dalam kehidupan sehari-hari.

Karakteristik Orang Jepang yang Unik dan Menarik

Tidak hanya budayanya saja yang sangat terkenal, banyak orang mengenal Jepang dari berbagai sisi, baik itu makanannya dan juga gaya hidupnya yang sehat. Ternyata hal ini tidak terlepas juga dari karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang Jepang yang memang sudah tertanam sejak dahulu.

Jepang menjadi salah satu dari negara impian yang ingin dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai belahan dunia. Begitu banyak hal-hal menarik yang ada di Jepang. Berikut ini akan dibahas beberapa karakteristik daftar s1288 dari orang Jepang yang cukup unik dan juga menarik.

Tepat waktu

Orang-orang dan juga seluruh sistem yang ada di Jepang memiliki sebuah rasa hormat yang sangat tinggi pada disiplin dan juga tepat waktu. Kereta api serta transportasi publik lain seperti bus juga akan sangat tertib soal hal ini. Bahkan, sebuah perusahaan kereta api yang ada di sana pernah mengeluarkan sebuah permintaan maaf pada publik hanya karena berangkat lebih cepat 25 detik dari jadwal awal.

Selain itu, perusahaan kereta api juga mengeluarkan sebuah slip permintaan izin terlambat bagi para penumpang yang terkena imbas akibat keterlambatan mereka agar nantinya bisa ditunjukkan pada atasannya.

Pekerja yang lebih keras

Orang Jepang adalah orang-orang yang selalu menghormati tugas apapun yang mereka lakukan, terutama yang terkait dengan sebuah pekerjaan. Hal ini diungkapkan dalam istilah “karoshi” yang juga sering digunakan untuk menggambarkan sikap mereka terhadap pekerjaan yang memiliki arti “mati karena terlalu banyak memiliki pekerjaan.”

Sehingga, normal apabila anda melihat orang Jepang bekerja jauh lebih lama dibanding dengan apa yang diharapkan. Bahkan, tidur siang di kantor adalah sebuah hal yang biasa.

Sangat tekun dalam pekerjaan

Mereka adalah orang-orang yang begitu tekun dalam bekerja hingga terkadang banyak yang tidak libur. Tenaga kerja di sana di ketahui menghabiskan hampir 200 sampai dengan 400 jam lebih banyak untuk bekerja, daripada negara seperti Jerman dan juga Prancis. Hal ini berimbas pada hilangnya libur tahunan yang ada di Jepang hingga 17 persen karena banyak orang yang tidak mau menggunakannya.

Bahkan, belum lama ini meskipun supir bus dalam masa demonstrasi namun mereka tetap bekerja menolak bayaran dari para penumpang. Hal ini membuat perusahaan rugi namun tidak merugikan para penumpang.

Sangat sopan

Salah satu cara menyapa orang Jepang yang paling terkenal adalah dengan cara membungkuk satu sama lainnya. Tidak cuma sekali bahkan mereka bisa melakukannya sebanyak tiga kali. Sopan dalam bahasa Jepang disebut “reigi tadashii”. Di masa modern, selain untuk menyapa, berterima kasih, dan juga meminta maaf, membungkuk juga bisa digunakan untuk dapat menyampaikan perasaan hormat, penghargaan, serta sebuah penyesalan. Rendahnya membungkuk pun juga tergantung dari pesan yang nantinya ingin disampaikan.

Kebersihan sebagai sebuah budaya

Sekolah-sekolah yang ada di Jepang tidak memiliki petugas kebersihan. Para murid dan guru memang terbiasa membersihkan segala sesuatunya sendiri. Mereka bisa membuang sampah, menyapu, hingga menyeka debu di bangunan sekolah paling tidak sekitar 30 menit di siang hari. Kebiasaan ini juga sudah tertanam dalam sistem nilai mereka. Tidak hanya itu saja, semua pekerja termasuk penjaga toko pun juga akan sangat menjunjung tinggi kebersihan. Mereka juga sangat terobsesi menjaga kebersihan lingkungannya.

Lebih sehat

Nasi merupakan salah satu dari makanan pokok mereka. Namun hal itu tentunya kurang mengenyangkan, kurang bergizi, dan juga sangat kalori. Sehingga, orang Jepang biasanya akan mencampur nasi dengan makanan lain seperti ikan, sayuran, makanan yang difermentasi, dan berbagai buah-buahan. Selain itu, cara makan mereka juga mencegah makan berlebihan dan juga menghilangkan kadar glikemik yang tinggi.

Gaya hidup aktif

Orang-orang di Jepang menjalani sebuah gaya hidup yang sangat aktif sejak kecil. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, di ketahui jika lebih dari 89 persen anak di Jepang sudah berjalan atau bersepeda ke sekolah. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak Jepang memiliki paling tidak 60 menit aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Selain itu, orang-orang di Jepang terbiasa juga berjalan kemana-mana bahkan sampai hingga lima kilometer. Penggunaan mobil di sana dilihat sebagai kemewahan atau hobi saja.

Tidak berisik di dalam transportasi publik

Ngobrol santai di dalam sebuah transportasi umum atau bahkan menerima telepon dengan suara yang mampu didengar oleh satu gerbong kereta mungkin akan sering kita jumpai di Indonesia. Tapi, ketika anda berada di dalam transportasi publik di Jepang anda akan merasa sangat sunyi, padahal jumlah orang yang ada di dalam sangat penuh layaknya sebuah ikan sarden yang berada di dalam sebuah kaleng.

Hal ini karena orang Jepang memang tidak ingin mengganggu ketenangan umum, jika ponselnya berbunyi mereka nantinya akan langsung menolak panggilannya atau berbicara sebentar menjelaskan bahwa mereka saat itu sedang berada di transportasi umum.

Sudah diajarkan mandiri sejak kecil

Kebiasaan baik dari warga Jepang tentunya tidak datang dengan sendirinya. Mereka yang memang sudah dididik sedari kecil untuk bersikap lebih sopan dan tertib. Mulai dari preschool dan TK anak-anak di Jepang mereka sudah dibiasakan mandiri, mereka akan diajarkan merapikan alat makannya, kemudian menaruh dan juga mencucinya sendiri.

Minat baca yang sangat tinggi

Tingkat membaca dari masyarakat Jepang termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Di Jepang membaca seolah-olah menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakatnya. Walaupun zaman sudah semakin canggih masyarakat Jepang memang tetap tidak melupakan kebiasaan membaca buku.

Mereka bisa membaca dimanapun mereka berada, bahkan di dalam sebuah transportasi publik sekalipun. Anak-anak di Jepang sudah dibiasakan membaca sejak dini, di sekolah mereka biasanya dibiasakan untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan sebuah kegiatan belajar mengajar.

Bersepeda

Seperti yang sudah kita bahas di atas, bahwa orang-orang Jepang sangat aktif. Jepang adalah negara maju sehingga mereka bisa memproduksi sendiri kendaraan seperti motor dan juga mobil. Tapi, justru para pelajar yang ada di Jepang lebih memilih naik sepeda dibandingkan dengan naik motor atau mobil pribadi.

Sangat berbanding terbalik ya dengan kebanyakan pelajar di Indonesia yang lebih memilih berangkat sekolah menggunakan motor walaupun belum punya sim.

Demikian itulah beberapa karakteristik dari orang Jepang yang sangat unik dan juga menarik. Orang Jepang adalah orang-orang yang dikenal dengan etos kerjanya yang tinggi, maka tidak heran jika negara ini semakin lama semakin maju.

Kebiasaan Buruk & Kekurangan dari Orang Jepang

Ketika mendengar nama negara Jepang, pastinya maka yang terbayang adalah orang-orangnya yang memang sangat disiplin, sopan, pintar dan juga rajin dalam membaca. Di jepang murid-murid disana biasanya akan belajar sekitar 12 jam bahkan bisa lebih dalam sehari. Waktu belajar dari pagi jam 08.00 sampai dengan 17.00. Setelah selesai di sekolah, biasanya anak-anak Jepang akan belajar di Juku semacam les.

Alhasil, anak-anak di Jepang umumnya akan jarang bermain. Mengenai disiplin waktu orang Jepang, mereka adalah orang-orang yang sangat menghargai waktu, telat bagi mereka adalah sebuah kesalahan besar dan juga merupakan sebuah aib memalukan. Orang jepang juga sangat kreatif dalam berinovasi, dan ada beberapa hal baik lainnya dari kebiasaan orang Jepang.

Kebiasaan Buruk & Kekurangan dari Orang Jepang

Tetapi, ternyata orang jepang juga memiliki beberapa kebiasaan dan juga hal-hal yang buruk pada diri mereka. Yang tentunya hal-hal tersebut tidak patut untuk ditiru, hanya yang baik-baik saja yang nantinya akan boleh ditiru. Berikut ini adalah beberapa kebiasan buruk yang ternyata biasa dilakukan oleh orang-orang Jepang.

Jarang mandi

Melihat orang Jepang yang umumnya memiliki kulitnya putih mulus, maka mungkin banyak yang juga menganggap bahwa orang jepang ini sering mandi dan juga luluran, hingga menganggap bahwa orang Jepang ini sangat hobi melakukan perawatan kulit. Akan tetapi pada kondisi sebenarnya ternyata tidak demikian, ternyata orang Jepang ini cukup jarang mandi. Nah, apa lagi luluran maka mereka lebih jarang lagi.

Tahukah Anda, bahwa keseharian dari orang Jepang sebelum berangkat kerja atau berangkat kuliah / sekolah, mereka hanya mencuci muka dan menggosok gigi saja. Bahkan, orang Jepang yang hanya akan mandi seminggu sekali di pemandian air panas. Yang cukup unik atau juga aneh mandi di pemandian air panas tersebut dilakukan secara beramai-ramai dan nantinya tanpa menggunakan pakaian apapun.

Menganggap seks bebas adalah hal yang lumrah

Sudah menjadi hal yang umum yang dilakukan oleh banyak orang Jepang, bahwa orang jepang sering melakukan seks bebas, dimana di Negara Indonesia, seks bebas sendiri adalah hal yang cukup memalukan. Sehingga dalam hal ini mungkin negara kita masih lebih baik. Kondisi di Jepang yang seperti ini, tentunya tidak lepas dari tumbuh suburnya industri film dewasa yang ada di Jepang.

Hal ini menyebabkan orang Jepang memiliki “sifat” menganggap jika seks bebas ini adalah sebuah hal yang wajar, hal ini juga yang menyebabkan tingginya penyakit HIV di jepang. Yang sangat mengejutkan, bahwa idusyri dari film dewasa Jepang memiliki pendapatan yang sangat besar yang bahkan setara juga dengan otomotif.

Fenomena dibebaskan-nya dan juga dilegalkannya penjualan video dewasa ini, menyebabkan sekitar 90% wanita muda yang ada di Jepang sudah bukan perawan lagi. Sisanya sekitar 10% yang masih memang masih perawan.

Bukti nyata tentang kondisi di negara Jepang dan masyarakatnya yang menganggap jika seks bebas adalah hal yang lumrah. Salah satu akibat dari kebiasaan buruk ini adalah banyak terjadinya kasus pelecehan seksual di kereta dan beberapa tempat lainnya.

Sering bunuh diri

Orang jepang sering bunuh diri, hal ini mungkin juga sudah umum diketahui. Biasanya mereka akan melakukan bunuh diri karena malu, rasa malu tentunya boleh bahkan bagus seperti malu berbuat kejahatan, malu korupsi dan lain sebagainya. Namun tindakan bunuh diri adalah sebuah tindahakan yang tidak di benarkan. Tidak sedikit pelajar di Jepang yang tidak lulus lalu bunuh diri, ada juga yang bunuh diri disebabkan karena banyaknya hutang. Bahkan, di jepang ada tempat-tempat “favorit” mereka untuk bunuh diri, yaitu hutan Aokigahara dan air terjun Kegon.

Tingkat bunuh diri di Jepang adalah yang tertinggi di dunia. Sedikitnya ada 76 orang bunuh diri per hari di Jepang sesuai dengan data kepolisian Jepang, tahun 2012. Bunuh diri di Jepang, umumnya karena beberapa masalah ekonomi, misalnya terlilit hutang besar. Empat orang direksi dari sebuah perusahaan bunuh diri, karena perusahaannya terbelit hutang yang cukup banyak.

Sekarang, setiap hari semakin banyak kasus kejahatan, kekerasan, perkelahian, pembunuhan, hingga bahkan bunuh diri. Bahkan dalam seminggu sekali, ada saja muncul beberapa kasus bunuh diri pelajar sekolah menggunakan sebuah gas beracun. Anak usia 14 tahun itu mengakhiri hidupnya dengan membuat gas beracunnya sendiri.

Dari pemakaian internet yang salah, anak kecil dari mulai sekolah dasar sampai orang dewasa mudah mencari segala macam info, termasuk dengan meracik gas beracun. Itulah yang dilakukan anak muda yang bunuh diri di Jepang saat ini, menggunakan bahan dari gas beracun.

Ada yang mengatakan jika kondisi di Jepang saat ini, dengan biaya hidup yang sangat tinggi dan kondisi sosial yang menurun di Jepang, mengakibatkan sebagian orang Jepang berpikir untuk bunuh diri.

Harus menuangkan sake kepada atasan

Jika boss masih ingin minum-minum sake, tidak ada satu orang pun yang nantinya boleh pulang. Jepang sebenarnya dalam sebuah kondisi sosial masyarakat yang hirarki cukup ketat, yaitu orang-orang yang hanya punya jabatan rendah, biasanya harus tunduk kepada atasan-atasan mereka.

Hal ini dapat terlihat di dalam sebuah acara minum-minum antar pekerja perusahaan, orang yang nantinya hanya memiliki jabatan rendah maka harus mengikuti aturan mainnya, yaitu memastikan gelas si atasan tidak pernah kosong.

Sebenarnya budaya seperti ini sudah lama ingin ditinggalkan, hal tersebut juga terbukti dengan dilakukannya sebuah survei dari lembaga organisasi Jepang, bahwa sebagian besar orang Jepang sudah muak dengan budaya ini.

Harus memberikan uang untuk datang ke acara pernikahan

Perlu diketahui, sebuah fenomena yang cukup unik atau aneh, bahwa nantinya para tamu di acara pernikahan Jepang biasanya diharapkan memberikan beberapa ratus dollar.

Berdasarkan dengan sebuah survey, maka sebagian besar responden kurang suka juga dengan tradisi seperti ini. Menurut mereka menjadi sebuah masalah ketika nantinya harus membayar saat ingin masuk ke dalam sebuah undangan pernikahan.

Maraknya bullying di sekolah Jepang

Masalah bullying atau yang disebut di Jepang dengan nama ijime, sudah menjadi sebuah masalah sosial yang cukup serius. Hal itu karena korban ijime ada yang bisa sampai meninggal atau bunuh diri, hal ini cukup sering terjadi di Jepang. Bahkan, terkadang guru dan orang tua tidak mampu menangani permasalahan sosial yang satu ini.

Kondisi senioritas di Jepang memang sangat kentara. Hal ini yang menjadi pemicu kasus ijime yang cukup tinggi di negara Jepang. Bahkan pelakunya bukan hanya dari siswa, akan tetapi ada juga dari guru yang meng-ijime muridnya, kondisi ini benar-benar cukup buruk.

Pemicu ijime lainnya karena orang Jepang adalah kelompok dari masyarakat yang cenderung homogen. Mereka terbiasa sama satu sama lainnya, yang takut menjadi berbeda dengan lainnya. Dikarenakan rasa homogen yang sudah mendarah daging, orang yang berbeda akan menjadi sasaran bully.

Demikian itulah beberapa kebiasaan buruk yang dimiliki oleh orang Jepang. Jepang memang merupakan negara maju dengan perkembangan yang sangat cepat, namun jauh di dalam itu negara tersebut juga memiliki beberapa masalah yang sudah mendarah daging.

Tradisi Pernikahan Unik di Jepang

Seperti halnya juga negara-negara yang berada di kawasan Asia pada umumnya. Beberapa tradisi masih sangat penting seperti halnya pernikahan, yang biasanya masih sangat dipengaruhi oleh budaya setempat. Shinto adalah sebuah aliran kepercayaan yang ada di Jepang yang memiliki sebuah dampak yang cukup besar bagi kebudayaan dan juga sebuah tradisi upacara untuk masyarakatnya. Sebab, banyak elemen yang cukup unik dalam sebuah tradisi pernikahan yang ada di Jepang yang sangat menarik untuk dikulik.

Setiap negara pastinya mempunyai sebuah adat dan juga mempunyai sebuah tradisinya masing-masing. Termasuk juga dalam melaksanakan sebuah acara pernikahan. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mempunyai banyak sekali tradisi pernikahan, antara adat jawa dan adat sunda pun berbeda prosesnya. Yup, profesi yang biasanya akan dilakukan tentunya memiliki sebuah makna yang cukup mendalam. Salah satunya adalah yang berada di negara Jepang yang mempunyai prosesi pernikahan yang sangat unik.

Tradisi Pernikahan Unik di Jepang

Kebanyakan memang upacara pernikahan masyarakat modern Jepang saat ini yang biasanya lebih mengikuti sebuah gaya pernikahan Barat yang menggunakan sebuah gaun putih dengan rok yang panjang dan juga mekar, dan biasanya akan dilakukan di hotel ataupun juga di gereja. Namun masih banyak juga dari para pasangan pengantin yang memilih sebuah upacara pernikahan tradisional sbobet Jepang yang sesuai dengan adat dan juga tradisi mereka. Namun, karena upacara macam ini biasanya akan lebih mahal dibandingkan jika menggunakan pernikahan biasa, dan biasanya masih menganut tradisi pernikahan seperti ini adalah kalangan tertentu saja.

Surat Undangan Pernikahan

Biasanya sebelum anda nantinya merayakan sebuah pernikahan, lazimnya adalah bagi kedua calon pengantin nantinya akan mengirimkan sebuah surat undangan pernikahan ke kerabat dan juga ke sanak saudaranya. Di Jepang sendiri, biasanya surat undangan pernikahan tersebut nantinya memiliki desain yang unik, yaitu dengan bertema kan karakter animasi khas Jepang. Kemudian, nantinya si penerima undangan tersebut diwajibkan untuk membalas surat undangan tersebut melalui POS atau pun juga menggunakan jasa kurir pengiriman.

Surat balasan itu nantinya biasanya berisi jawaban akan menghadiri atau kah tidak, dilengkapi dengan alasan jika yang diundang tidak berkenan untuk hadir. Untuk menambah kesan spesial bisa juga dibarengi dengan kiriman kado berupa barang tentu. Namun, bukan sembarang kado yang nantinya dapat dikirim kepada calon pengantin. Beberapa barang yang dilarang untuk dijadikan sebuah hadiah yaitu barang-barang yang tajam seperti halnya pisau, serta benda-benda yang rentah pecah seperti halnya cermin, gelas dan juga piring kaca. Menurut kepercayaan orang Jepang, barang-barang tersebut yang juga diyakini mampu untuk membuat hubungan kedua pasangan nantinya akan berakhir dengan putus, retak, ataupun juga pecah belah.

Venue pernikahan

Kebanyakan beberapa upacara yang biasanya akan dilakukan di kuil Shinto, venue pernikahan biasanya akan sangat atraktif. Di tempat ini banyak juga terdapat simbol-simbol spiritual yang nantinya memiliki sebuah arti tersendiri. Yang paling umum adalah water pavilions, atau patung berbentuk anjing, dan juga sebuah gerbang tinggi yang berwarna merah yang akan melambangkan sebuah batas dunia nyata dan juga dunia ruh. Jika nantinya anda berkunjung pada musim pernikahan seperti di bulan juni, maka anda nantinya akan berkesempatan untuk menyaksikan beberapa upacara secara langsung.

San-San-Kudo

Upacara yang di artikan dengan berbagi sake ini sangat umum dilakukan di dalam tradisi Buddha, ataupun juga dilakukan dalam tradisi Shinto di pernikahan Jepang. Ini adalah sebuah tradisi pernikahan yang paling menarik dan juga unik. Akan ada tiga tumpuk cangkir sake yang nantinya akan diminum oleh pengantin pria dan juga oleh pengantin wanita dalam tiga seruput. Masing-masing yang nantinya akan dilakukan sembilan kali.

Ku atau 9 yang berarti sebuah tanda keberuntungan yang baik di dalam sebuah kebudayaan Jepang. Tiga seruput yang berarti melambangkan cinta, kebijaksanaan dan juga kepercayaan. Dan beberapa kepercayaan lainnya yang berkata jika tiga seruput itu melambangkan bumi, surga dan juga alam pikiran manusia. Ada pula yang melambangkan jika tiga serumpun sebagai sebuah simbol yang mewakili pengantin wanita, pria dan juga orang tua pengantin. Selain itu, para pengantin yang juga diharapkan dapat mengatasi berbagai sifat dasar manusia seperti halnya gairah, kebencian dan juga ketidakpedulian yang mungkin akan dihadapi bersama saat berumah tangga.

Busana Pernikahan

Pengantin wanita biasanya akan menggunakan busana pengantin serba putih dan juga tata rias yang khas dengan pulasan lipstik merah yang senada dengan warna bendera nasional negaranya, yaitu putih dan juga merah. Kebanyakan material busana pengantin wanita biasanya akan terbuat dari satin, dan pengantin pria yang nantinya akan mengenakan warna hitam untuk suits atau juga kimono. Beberapa pengantin juga nantinya akan mengenakan kerudung satin putih di atas sanggul kepala mereka, atau headdress yang nantinya dinamakan wataboshi yang merepresentasikan sebuah sifat membumi.

Pidato

Pidato sebuah pernikahan adalah salah satu dari elemen yang penting yang biasanya akan pada pesta pernikahan yang di lakukan di Jepang. Keluarga, teman, guru-guru, rekan sekolah bahkan hingga semua rekan yang nantinya akan diundang akan berdiri dalam barisan dan kemudian menunggu giliran untuk memberikan sebuah ucapan selamat pada pasangan pengantin sambil memberikan sebuah pesan-pesan atau sebuah nasihat pernikahan.

Hadiah untuk Orangtua

Ketika sebuah hari pernikahan tiba, pengantin biasanya juga akan memberikan sebuah hadiah kepada kedua orang tua mereka dengan berbagai macam barang untuk menunjukkan tanda terima kasih mereka, dan hadiah tersebut biasanya juga akan melambang kan kebahagian mereka. Hadiah yang paling umum yang diterima biasanya adalah sebuah bunga, kartu dan juga surat pribadi yang membuat pernikahan nantinya terasa lebih personal dan juga istimewa.

Aturan Khusus Tamu Undangan

Di Jepang, ada beberapa juga aturan khusus yang ada bagi para tamu undangan, yaitu diantaranya wajib memberikan sebuah uang sumbangan resepsi yang terbilang cukup mahal, yaitu antara 2000-3000 Yen atau yang setara dengan Rp. 250-350 ribu yang kemudian akan ditukar dengan ‘Hide Kimono’ atau yang biasa dikenal dengan sebuah pernak-pernik pernikahan.

Hide Kimono yang diberikan biasanya adalah berupa handuk, peralatan makan, dan juga beberapa pernak-pernik cantik yang lainnya. Selain itu, seluruh peserta ritual pernikahan, MC ataupun juga pembawa acara, serta para tamu undangan nantinya juga dilarang mengucapkan beberapa kata yang dipercayai kata tersebut nantinya akan membawa sebuah kesialan. Kata-kata tersebut diantaranya yaitu adalah Hanareru berjauhan, Owaru yang artinya berakhir, Wakareru yang artinya berpisah, dan Kiru yang memotong.

Demikian itulah beberapa tradisi unik bagi masyarakat Jepang saat menikah. Walaupun sekarang ini tidak banyak yang menggunakan tradisi saat pernikahan di Jepang. Namun, masih ada beberapa kalangan yang masih menggunakan dan juga menjaga tradisi tersebut. Tentunya keunikan dan juga tradisi setiap pernikahan adalah sebuah lambang dan harapan dari kehidupan yang bahagia.

Urban legend dari Jepang, Hantu Kepercayaan Orang Jepang

Bicara tentang kisah seram, kita semua pastinya akan setuju jika setiap daerah dan juga setiap tempat, mempunyai kisah dan cerita seramnya masing-masing. Beberapa orang mungkin tidak percaya dengan hal tersebut, namun ada pula yang masih percaya dengan legenda rakyat seperti itu. Urban legend atau sebuah legenda urban merupakan cerita rakyat yang biasanya, cerita tersebut sudah melegenda sejak lama dan ada pada daerah-daerah tertentu. Sebenernya legenda urban ini sama juga halnya seperti cerita dongeng yang kita dengar.

Urban legend dari Jepang, Hantu Kepercayaan Orang Jepang

Di Jepang sendiri kisah horor semacam ini memiliki nama lain, cerita seram biasanya disebut dengan Toshi Densetsu atau sebuah legenda urban Jepang. Yaitu cerita legenda rakyat jepang yang sudah beredar luas di masyarakat modern, tentang sebuah makhluk spiritual yang disebut dengan nama yokai (iblis, hantu atau sebuah roh) yang selalu mengganggu ataupun juga mencelakai manusia yang tidak berdosa.

Walaupun sekarang teknologi di sana sudah sangat maju, hal itu tersebut tentunya tidak menghilangkan beberapa mitos-mitos yang sudah dipercaya oleh masyarakatnya Jepang sejak lama. Nah dalam artikel ini sudah kami kumpulkan beberapa urban legend terkenal dari Jepang.

Daruma-san

Hantu ini adalah sebuah hantu yang akan keluar dari dalam bath-up atau bak mandi dengan mata melotot. Orang yang melihat hantu ini nantinya di percaya akan diikuti terus sepanjang hari sebelum mereka akhirnya dibunuh. Konon ceritanya Daruma dulunya adalah seorang perempuan yang terpeleset di kamar mandi, dan kemudian meninggal. Cerita ini mungkin terkenal sangat sera, dan orang-orang Jepang masih mempercayainya.

Hanako-san

Toire No Hanako-san adalah sebuah legenda terkenal yang berkaitan dengan sekolah dasar yang ada di Jepang. Hanako bisanya akan muncul jika anda nantinya masuk ke toilet umum di bilik ketiga dan kemudian mengetuk tiga kali dan menanyakan apakah ada orang di dalam toilet. Tak lama ia nantinya akan membuka pintu dengan tubuh yang berdarah-darah. Hanako yang diduga sebagai arwah seorang murid yang bunuh diri karena dirinya ditindas oleh murid lain, atau dirinya sebagai korban bullying di sekolah.

Puisi mematikan, ‘Neraka Tomino’

Neraka Tomino adalah sebuah puisi kematian yang dapat membunuh siapapun yang nantinya berani membacanya dengan menggunakan suara lantang. Menurut legenda Jepang, jika seseorang membaca puisi Tomino dengan menggunakan suara keras, maka ia nantinya akan mengundang kematian atau ia akan mengundang bencana bagi dirinya sendiri.

Dari beberapa sumber yang beredar, cerita ini berawal dari Tomino, yang merupakan seorang anak kecil yang cacat dan kemudian ia membuat puisi yang sangat menyeramkan. Lalu kemudian orang tuanya mengurung Tomino dan kemudian tidak memberinya makan. Karena hal itulah, Tomino kemudian meninggal dengan cara yang tidak wajar. Jika anda berani puisi ini bisa anda dapatkan dengan mudah di Internet. Jangan lupa untuk membacanya dengan suara yang lantang.

Teke-teke

Legenda ini adalah sebuah legenda Jepang yang mengisahkan tentang seorang gadis yang badannya sudah terlindas oleh kereta api dan kemudian terbagi menjadi dua. Hantu ini yang memiliki sebuah keinginan yang sangat besar untuk membalaskan dendamnya. Konon ia yang diceritakan selalu membawa sabit dan berjalan dengan kedua tangannya dan akan mengejar korbannya dengan sangat cepat. Saat berlari itulah maka asal mula hantu ini dinamai Teke-teke, karena akan terdengar suara tek-tek atau teke-teke pada saat dirinya mengejar.

Aka Manto

Hantu ini adalah salah satu juga dari hantu toilet yang populer di Jepang. Dengan mengenakan sebuah jubah merah, ia yang nantinya akan menghantui korbannya dan kemudian menanyakan mau tisu biru atau kah tisu merah. Jika korban nantinya akan menjawab merah, maka Aka Manto yang nantinya akan memotong leher korban hingga seluruh tubuhnya akan berlumuran darah merah. Namun jika korban nantinya memilih biru, Aka Manto nantinya akan mencekik leher korban hingga tubuhnya berubah jadi warna kebiruan.

Kokkuri-san Game

Mirip halnya dengan sebuah permainan Jelangkung yang ada di Indonesia. Kalau Jepang sendiri mereka punya yang namanya Kokkuri-san. Dalam permainan ini nantinya akan dibutuhkan sebuah kertas yang akan bertuliskan huruf-huruf hiragana dan juga sebuah koin. Telunjuk masing-masing peserta nantinya harus menempel pada koin yang akan diletakkan diatas kertas tersebut. Setelah mantra pemanggil dari Kokkuri-san akan dibacakan, koin yang nantinya akan bergerak untuk menandakan bahwa ada arwah yang sudah datang.

Nah, yang harus diingat di dalam permainan Kokkuri-san ini, para peserta nantinya tidak boleh lupa mengucapkan kata selamat tinggal pada Kokkuri-san setelah nantinya permainan selesai. Atau nantinya jika tidak mereka yang akan dihantui arwah tersebut terus-menerus. Cara lain agar nantinya anda selamat dari gangguan arwah Kokkuri-san ini adalah peralatan permainan tersebut yang nantinya harus dibuang dalam waktu tertentu, atau membelanjakan koin yang sudah dipakai saat bermain. Jika tidak, nantinya para peserta akan dihantui terus menerus dan juga akan dapat berakibat pada kematian. Bagaimana anda berani bermain permainan ini ?

Aka Hanten

Hantu ini merupakan hantu seorang anak lelaki yang sangat tampan dan hantu ini akan membuat semua gadis dapat tergila-gila kepadanya. Ketampanan dari hantu ini nantinya akan membuat semua gadis bersedia untuk dapat menuruti keinginannya mereka. Ia pun nantinya akan menutupi mukanya dengan menggunakan topeng putih.

Hantu ini senang menculik para gadis cantik yang telah ia temui dan gadis tersebut nantinya tidak pernah bisa ditemukan kembali oleh keluarganya. Saat nantinya ia mendekati korbannya ia akan menanyakan apakah gadis tersebut bersedia untuk dipakaikan jubah merah atau tidak. Jika ia berkata ia maka nantinya Aka Hanten akan mengenakan jubah mereha tersebut dan kemudian akan menghancurkan bajunya dan menguliti tubuh gadis tersebut.

Jinmenken

Hantu dan juga urban legend yang satu ini merupakan anjing dengan wajah manusia. Biasanya Jinmenken akan muncul di malam hari di daerah perkotaan Jepang. Ia yang akan berlari di sepanjang jalan dengan kecepatan yang sangat cepat. Jinmenken juga bisa berbicara seperti manusia dan suka menyendiri. Jinmenken merupakan arwah korban kecelakan yaitu seorang pria dan anjing kesayangannya. Mereka berdua kemudian tewas bersama.

Yurei

Di Jepang, hantu yang biasanya dikenal sebagai Yurei. Kata “Yu” yang berarti adalah halus atau samar-samar, dan juga kata “Rei” yang berarti roh ataupun juga arwah. Mereka tidak memanggilnya dengan sebutan Setan ataupun jin. Berdasarkan dengan kepercayaan orang Jepang, semua manusia mempunyai roh atau pun arwah yang disebut sebagai wujud dari reikon. Setelah seseorang meninggal, reikon nantinya di percaya akan pergi meninggal kan tubuhnya keempat penyucian arwah.

Disana nantinya akan menunggu tubuhnya dikubur dan kemudian mendapatkan pemakaman yang layak. Jika semuanya berjalan lancar, reikon yang akan melindungi keluarganya yang masih hidup. Dan dipercaya bahwa arwah orang meninggal tersebut nantinya akan kembali ke keluarganya yaitu setiap tahun yang kemudian dinamakan dengan festival Obon Jepang.

Demikian itulah urban legend dan kepercayaan masyarakat Jepang, tentang hantu yang menyeramkan yang sudah lama menjadi urban legend disana. Walaupun negara Jepang yang sekarang kita kenal dengan kecanggihannya, namun mereka masih memegang dan juga menjaga tradisi mereka termasuk urban legend yang masih mereka percayai.

Tata Cara Makan Jepang Buat Pemula

Seringkah anda makan di restoran Jepang? Agar tak terlihat aneh dan juga terlihat canggung, maka anda tentunya harus memahami beberapa etiket makan mereka. Dari cara menggunakan sumpit hingga juga sebuah cara yang digunakan untuk makan nasi. Setiap bangsa tentunya pasti memiliki sebuah etiket atau juga yang dikenal dengan sebuah tata cara makan. Demikian juga dengan yang ada dan juga dilakukan oleh orang Jepang. Mulanya mungkin hal-hal tersebut teras sulit tetapi, jika Anda yang dimana nantinya akan bisa mengikuti tahapan dasarnya, tentunya hal tersebut akan menjadi sebuah hal yang akan terasa mudah.

Tata Cara Makan Jepang Buat Pemula

Di Jepang sendiri yang dimana sebagai negara daftar sbobet88 yang menjunjung tinggi sebuah sopan santun, hanya dengan sebuah sikap dan juga dengan sebuah etika makan yang kurang baik saja, kadang-kadang dapat menjadi salah satu hal yang bisa langsung dikucilkan. Maka dalam artikel ini sendiri akan dibahas tentang sebuah dasar etika pada saat anda makan-makanan di Jepang. Khusus untuk anda yang memang seorang pemula, tentunya ada beberapa hal ini bisa menjadi sebuah hal yang dimana tentunya perlu anda pahami dari mengawali hingga juga saat anda mengakhiri santapan, khususnya untuk sebuah acara makan kasual atau juga sebuah acara makan yang informal.

Dilansir dari Tsunagu Japan dimana pada saat berwisata di negeri orang, sebisa mungkin kita yang tentunya harus mengikuti sebuah peraturan yang ada dan juga yang berlaku, tidak terkecuali tentang sebuah etika makan. Semakin banyak orang Indonesia yang nantinya berkunjung ke Jepang, tidak ada salahnya maka untuk belajar tentang sebuah etika makan yang dapat berlaku.

Orang Jepang ternyata memiliki sebuah etika makan yang tentunya cukup unik. Belajar etika makan di Jepang sendiri tidak hanya penting pad saat anda makan di Jepang, tetapi juga menjadi sebuah hal yang penting yang nantinya akan dapat menjalin sebuah komunikasi yang baik pada saat anda nantinya akan bersantap dengan orang jepang.

Ucapan ‘Itadakimasu’

Setelah makanan anda sudah ada dna juga sudah siap di depan Anda, sebelum anda nantinya akan mulai makan maka nantinya anda sebaiknya ucapkan tentang ‘itadakimasu’ atau ‘selamat makan’. Ucapan ini yang dimana menjadi sebuah ucapan yang digunakan sebagai penghargaan yang ada pada tuan rumah, chef dan juga beberapa orang-orang yang sudah menyiapkan makanan.

Jika ada sebuah restoran yang sangat ramai maka anda yang tak perlu keras-keras mengucapkannya. Cukup dengan cara perlahan saja. Ada baiknya juga dimana anda yang selalu ucapkan ‘itadakimasu’ di manapun pada saat anda menyantap makanan yang ada di Jepang sebagai sebuah tanda dari penghormatan anda.

Lepaskan sumpit

Jika sumpit yang dimana masih dalam bungkusnya, maka tugas anda adalah untuk keluarkan sumpit kemudian anda bisa pisahkan dengan sebuah gerak horizontal. Sebaiknya anda yang juga tak menggosok-gosokkan dua sumpit karena, hal ini sendiri adalah sebuah hal yang dianggap tak sopan. Jika disediakan sebuah tatakan sumpit di meja makan, maka lipat secara segitiga kerta pembungkusnya sumpit tersebut dan kemudian taruh sumpitnya di atasnya.

0shibori

Sebelum anda yang nantinya akan makan biasanya and yang dimana akan diberi handuk panas atau juga sebuah handuk dingin, di peruntukan untuk membersihkan tangan anda nantinya sebelum anda makan. oshibori ini sendiri yang dimana hanya untuk membersihkan tangan, tidak sopan untuk menggunakan oshibori untuk dapat membersihkan bagian tubuh lainnya selain tangan, semisal untuk menyeka wajah. setelah selesai pakai, maka anda yang bisa dilipat kembali dan letakan kembali ke sebuah tempat semula. Sangat tidak sopan ketika oshibori yang dimana telah digunakan untuk membersihkan meja makan.

Memakan nasi

Saat anda nantinya akan makan sebuah nasi, maka angkat nasi di dalam mangkuk anda ke dekat badan lalu pegang dengan menggunakan tangan kiri dan gunakan juga tangan kanan untuk memegang sebuah sumpit. Mulailah nantinya untuk dapat memakan dengan menggunakan sumpit, dekatkan mangkuk nasi ke arah dekat dada anda, dimana nantinya hal tersebut akan memudahkan anda saat anda makan nasi.

Makan sup

Jika ada anda sedang berada di restoran Jepang, lalu yang disajikan adalah sup, misalnya saja sebuah sup miso. Aduk-aduk sup dengan sumpit lalu angkat mangkuk anda dengan menggunakan tangan kiri. Dekatkan juga ke arah mulut dan juga anda yang dimana nantinya akan dapat minum kuah sup dan juga kemudian anda yang bisa langsung minum dari mangkuk. Gunakan juga tangan kanan anda yang dimana bisa anda gunakan untuk mengaduk dan juga mengangkat tou dan juga wakame ke mulut. Kadang-kadang juga disediakan sebuah sendok bebek. Jika ada sendok anda yang dimana tentunya bisa memakai sendok.

Habiskan makanan

Restoran yang ada di Jepang dimana menjadi sebuah restoran yang tidak akan melayani sisa makanan yang dibungkus dan dibawa pulang. Terutama untuk sebuah alasan kebersihan dan juga untuk sebuah sanitasi. Karena itu pada saat anda akan makan tanyakan dulu ukuran porsi makanan dan juga pastikan Anda yang dimana nantinya akan sanggup menghabiskan. Akan sangat tidak sopan jika nantinya anda yang meninggalkan banyak makanan sisa yang ada di mangkuk dan juga piring. Usahakan juga anda yang mana digunakan untuk menyantap habis makanan yang sudah disajikan di depan Anda.

Taruh kembali sumpit

Kalau nantinya ada tatakan sumpit, masukkan saja kembali sumpit ke dalam kertas pembungkusnya sehingga nantinya hal ini akan menjadi sebuah hal yang akan terlihat bersih dan juga akan terlihat sangat rapih. Tinggalkan meja dengan sebuah piring, mangkuk dan juga sumpit yang nantinya anda tinggalkan dalam sebuah keadaan bersih dan juga dalam keadaan rapi diatas meja. Budaya bersih dan rapih ini adalah sebuah budaya orang Jepang saat mereka makan di sebuah Restoran, biasanya mereka yang akan merapikan bekas makan mereka dengan menumpuk piring dan juga mangkok yang ada di atas meja selesai mereka makan.

Ucapan ‘gochisosama desita’

Sebagai sebuah tanda santapan yang dimana sudah berakhir, maka anda yang jangan lupa ucapkan ‘gochicosama desita’ Ungkapan ini berarti adalah sebuah ucapan dari rasa ‘terima kasih’, ‘puas’ sekaligus juga sebuah rasa penghormatan kepada yang menyiapkan makanan atau yang dimana sudah mengundang anda makan. Saat nantinya anda yang akan memulai dan mengakhiri makan selalu tangkupkan juga tangan di depan dada saat mengucapkan sebuah kata ‘itadakimasu’ dan ‘gochicosama desita’ sebagai sebuah tanda kesopanan.

Itulah beberapa etika makan yang biasanya akan dilakukan oleh orang Jepang. Orang Jepang sendiri adalah orang yang selalu menjunjung tinggi tentang sebuah kesopanan yang dimana dapat menjadi sebuah hal yang dapat anda gunakan saat anda diundang dalam jamuan makan di restoran Jepang.

Seni Bela Diri Jepang yang Paling Populer

Jepang sendiri adalah sebuah negara yang dimana masyarakatnya sendiri memiliki sebuah minat yang sangat besar yang ada terhadap bidang olahraga. Kecintaan terhadap olahraga yang dimana menjadi salah satu hal yang membuatnya menjadi bagian dari budaya Jepang sejak awal kemunculannya. Oleh karena itu, beberapa olahraga yang merupakan tradisional Jepang dan khususnya seni bela diri, menjadi sebuah hal yang masih ada dan tentunya masih banyak diminati khalayak ramai.

Karate dan juga sumo yang dimana kedua seni bela diri tersebut adalah dua nama yang pastinya akan langsung terngiang ketika menyebut seni bela diri asal Jepang. Keduanya menjadi sebuah seni bela diri yang dimana sangat amat populer, entah itu di Jepang maupun juga di beberapa negara lain termasuk Indonesia. Karate juga merupakan seni bela diri Jepang dengan sebuah ciri khas berupa pelakunya yang biasanya akan memakai pakaian putih. Sementara itu, untuk olahraga atau seni bela diri sumo merupakan seni gulat yang dilakukan dua pegulat yang biasanya berbadan gempal.

Seni Bela Diri Jepang yang Paling Populer

Selain karate dan juga sumo, Jepang yang ternyata juga menjadi sebuah negara yang dimana masih memiliki sejumlah seni bela diri yang lainnya. Beberapa nama yang dimana mungkin juga menjadi sebuah seni bela diri yang sudah sangat anda kenal, seperti halnya seni bela diri judo dan juga seni bela diri ninjutsu. Berikut akan dibahas selengkapnya tentang berbagai macam seni bela diri Jepang. Secara historis, seni bela diri Jepang sendiri adalah seni yang digunakan sebagai sebuah alat pertahanan dan juga sebagai salah satu serangan dalam peperangan.

Namun, di zaman modern seperti sekarang ini mereka berlatih untuk nilai pendidikan mereka tentang budaya, fisik, moral, estetika dan juga tentang dimensi spiritual. Kebanyakan dilihat juga seperti olahraga dengan penekanan yang biasanya akan dipusatkan pada mendisiplinkan pikiran. Berikut ini adalah beberapa seni bela diri Jepang modern.

Sumo

Olahraga ini yang dimana merupakan sebuah seni bela diri asli berasal dari Jepang. Sumo sendiri yang dimana masih termasuk dalam sebuah seni bela diri Jepang. Banyak sekali aspek tradisi lama yang dimana biasanya ada dan juga dipelihara di sumo.

Sumo sendiri dulunya adalah sebuah seni bela diri yang banyak digunakan dalam agama Shinto. Bahkan saat ini, olahraga ini sendiri yang dimana menjadi sebuah olahraga yang banyak dilakukan dengan menyertakan beberapa macam unsur tradisional seperti halnya proses pemurnian garam.

Judo

Judo sendiri yang dimana merupakan salah satu dari seni bela diri yang dimana dibuat oleh di Jepang pada tahun 1882. Olahraga ini sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang menampilkan unsur kompetisi dimana biasanya lawan dapat dikalahkan dengan menempatkannya atau dengan cara membantingnya ke tanah atau juga matras. Filosofi judo sendiri yang dimana sekarang ini telah menjadi contoh bagi seni bela diri lainnya yang juga dikembangkan dari ‘koryu’ atau juga yang ada di sekolah tradisional. Judo yang dimana pada awalnya adalah sebuah seni bela diri yang diciptakan oleh Jigoro Kano.

Ketika berusia empat belas tahun dia yang pada saat itu mulai berlatih sebagai sebuah cara untuk dapat mempertahankan diri dari budaya intimidasi atau dari (bullying) yang pada saat itu ada di sekolah-sekolah Jepang. Pada tahun 1882, Kano sendiri yang dimana pada akhirnya dapat mendirikan sebuah sekolah yang ada di sebuah kuil Budha. Judo yang dimana pada akhirnya dikembangkan dengan menganut sebuah pengaruh konfusianisme.

Karate

Karate sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang dimana biasanya berasal dari pulau Ryuku yang dimana pada saat ini sendiri adalah sebuah pulau yang disebut dengan pulau Okinawa. Seni bela diri ini sendiri yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang dipengaruhi oleh seni bela diri yang ada di Cina. Karate sendiri yang dimakan menjadi sebuah hal yang dikembangkan di kerajaan Ryukyu. Ini kemudian dipraktekan secara luas di Jepang setelah era Taisho dan juga telah mendapatkan banyak sekali dari pengaruh seni bela diri Kung fu Cina.

Kendo

Kendo sendiri yang dimana menjadi sebuah olahraga yang dianggap sebagai sebuah seni bela diri modern yang ada di Jepang. Seni bela diri ini sendiri yang dimana tentunya menggunakan pedang bambu yang yang biasanya akan disebut dengan nama “Shinai” dan baju pelindung yang disebut juga dengan “Bogu”. Penerapan dengan menggunakan pedang bambu ini sendiri yang dimana pada awalnya sendiri menjadi sebuah hal yang biasanya akan digunakan pada era Shotoku.

Kendo yang dimana merupakan sebuah seni bela diri yang berdasarkan teknik pedang Jepang dan menggunakan sebuah pedang bambu dengan baju besi pelindung. Kendo yang dimana mempunyai sebuah seragam hampir selalu hitam dan juga dengan teknik yang melibatkan berteriak untuk menunjukkan sebuah semangat bela diri Anda. Kendo adalah antara seni perkawinan yang paling umum yang ditawarkan di sekolah-sekolah umum yang ada di Jepang.

Diperkirakan yaitu 1,66 juta orang di Jepang yang dimana memiliki beberapa tingkat pelatihan Kendo. Ini juga menjadi sebuah hal yang dimana biasanya dianggap memiliki sebuah nilai budaya sebanyak itu dan juga menjadi sebuah hal yang sangat didasarkan pada sebuah tradisi Samurai.

Kyudo

Kyudo sendiri yang dimana adalah sebuah seni bela diri Jepang modern. Kyudo sendiri menjadi sebuah olahrga yang biasanya akan ditemukan dari kelas samurai zaman feodal Jepang. Selama perang Genpei yang ada di Jepang pada tahun 1180-1185 dimana pada saat itu, ada sebuah kebutuhan yang juga besar terhadap sebuah pasukan pemanah. Selama pada perang saudara di Jepang yang berlangsung pada abad ke-15 dan juga pada abad ke-16, ada sebuah pertunjukan revolusioner tentang panahan oleh salah seorang pendekar, Heki Banjo Masatsugu yang dimana pada saat itu menyebabkan meluasnya pejuang panahan dan juga dimana hal ini sendiri menjadi sebuah hal yang berhasil menyebabkan berkembangnya banyak sekali sekolah memanah yang ada di Jepang.

Koryu

Koryu sendiri yang dimana adalah sebuah kategori yang luas dari sebuah seni bela diri Jepang dari Edo-era dan juga sebelumnya bahwa sebagian besar yang mana merupakan sebuah hal yang jatuh dari praktek setelah Jepang membuka diri ke barat. Seni bela diri ini juga pergi ke penurunan yang sangat serius di Jepang setelah Samurai sendiri dibubarkan.

Pada saat itu, seni bela diri ini dipandang sebagai sebuah peninggalan masa lalu yang berguna terhadap sebuah teknik militer Barat. Memang, banyak juga dari seni bela diri tua Jepang yang dimana pada saat itu hanya difokuskan pada perang feodal dan juga sangat berbeda dari sebuah seni bela diri dan juga olahraga seperti yang ditemukan di Jepang pada saat ini.

Itulah beberapa seni bela diri Jepang yang sekarang ini masih ada dan tentunya masih dilestarikan. Walaupun tak banyak orang yang menguasai beberapa seni bela diri jepang tradisional, namun masih banyak orang yang berusaha untuk dapat mempelajarinya.