Kebudayaan Unik Di Negeri Sakura

Kebudayaan Unik Di Negeri Sakura

Negara Jepang yang sering disebut negeri sakura memiliki aneka kebudayaan menarik yang memikat wisatawan untuk datang berkunjung. Keberagaman budaya ini memberi kesan yang unik bagi para turis. Budaya di Jepang terbagi menjadi dua jenis, yaitu kebudayaan tradisional, dan kebudayaan moderen yang di adaptasi dari kebudayaan luar. Aneka faktor bisa terpengaruh didalamnya, seperti dalam hal kepercayaan, aktivitas kebudayaan yang dijalani, seni dan pertunjukkan, tren busana, jenis entertainmen, serta berbagai jenis lainnya.

Kebudayaan Jepang yang Menarik

Seperti yang tercatat di sejarah, kebudayaan dari masyarakat Jepang merupakan salah satu yang orisinil dan terkenal. Tradisi asli tergolong cukup banyak, dan berbagai tradisi sejak ribuan tahun lalu hingga masa kini terus dipegang kuat masyarakat Jepang. Namun kebudayaan di Jepang tidak berhenti hanya sampai tradisi kuno saja. Berbagai perkembangan zaman turut berkontribusi dalam kehidupan masyarakat Jepang yang diakulturisasi dengan tren menjadi kebudayaan yang baru.

Pakaian, Adat dan Tradisi

Setiap negara umumnya memiliki kebudayaan yang berkaitan dengan pakaian tradisionalnya masing-masing. Dalam hal ini di Jepang, pakaian adat yang cukup terkenal disebut kimono. Dengan format pemakaian yang lebih rumit hingga menggunakan berbagai atribut, pemakainya sering memerlukan bantuan dalam mengenakannya, budaya penggunaan kimono menjadi suatu hal yang masih dipegang erat dan dikenakan untuk menghadiri acara formal. Terdapat beberapa jenis model kimono yang dikenakan, dibedakan dari keperluannya (seperti untuk menghadiri acara formal yang penting), yang dikhususkan untuk wanita lajang, untuk acara pemberkatan pernikahan, serta untuk dikenakan Geisha (sosok penghibur dalam adat Jepang, sering muncul dalam pertunjukkan dan kegiatan lainnya). Kimono dikenakan oleh wanita, sedangkan kaum pria biasa mengenakan hakama, pakaian tradisional dengan model yang lebih sederhana. Ada juga satu jenis pakaian tradisional untuk wanita menyerupai model kimono yang lebih sederhana. Pakaian ini biasa dikenakan oleh gadis muda saat mengunjungi festival yang di Jepang. Sering kali di Indonesia, seperti dalam acara pameran kebudayaan Jepang maupun di studio foto menyediakan beberapa pilihan yukata serta hakama untuk dipakai dalam berfoto.

Selain jenis pakaian tradisional yang berkaitan dengan adat, ada juga model pakaian yang berkaitan dengan tren dan budaya modern yang sering digunakan masyarakat Jepang di kota-kota besar, seperti di Tokyo, Akihabara, hingga beberapa daerah dari Tokyo (Shibuya, Shinjuku, Roponggi, dan daerah Takeshita-dori yang dikenal sebagai Harajuku). Berbagai macam busana moderen yang populer dikenakan sering disebut masyarakat dunia sebagai gaya harajuku, dengan ciri paduan warna tabrak dan mencolok mata serta penggunaan aksesoris yang sangat banyak seperti kalung, gelang, anting, cincin, kuncir dan jepit rambut serta sering juga mewarnai rambut hingga mengenakan wig. Ada juga beberapa budaya campuran dari tren barat seperti gaya Maid dan Butler yang mengenakan pakaian seperti pelayan ala budaya barat, tren berpakaian ala Gothic Lolita yang menyerupai pakaian klasik ala barat yang tampak seperti boneka, Visual-kei (gaya yang diusung oleh banyak band pemusik Jepang bertema rock), gaya Punk yang menggunakan berbagai brand pakaian karya desainer Jepang, hingga Cosplay (costume play) yang menggunakan aneka pakaian dan atribut seperti tokoh anime (kartun Jepang), game hingga film.

Theater dan Seni Peran Kabuki

Pertunjukkan theater dan tarian tradisional ini merupakan bentuk hiburan yang sangat populer di masa lalu, disebut sebagai Kabuki. Dalam pertunjukkan budaya ini, tokoh pemerannya selalu di hiasi dengan make-up dan kostum tradisional yang disesuaikan dengan watak karakter pemainnya. Make-up yang digunakan dalam kabuki disebut kesho, umumnya bernuansa wajah putih disertai garis-garis merah di wajah. Beberapa pemeran pun turut menggunakan wig menyesuaikan dengan unsur kebudayaan yang diangkat. Hal yang membuat unik adalah para pemainnya diisi oleh laki-laki semua, namun beberapa diantaranya banyak yang berperan sebagai wanita. Peran dalam Kabuki dibagi menjadi tiga, yaitu peran wanita (onnagata), peran pria (tachiyaku), dan peran jahat (katakiyaku). Pilihan semua peran diisi oleh laki-laki dalam pementasan ini diakibatkan dari terjadinya kasus prostitusi yang dilakukan oleh wanita pemeran kabuki di masa lampau.

Peran yang dilakonkan dalam kabuki terbagi menjadi dua Aragoto serta Wagoto. Menggunakan kostum bergaya tradisional dalam mementaskan pertunjukkan. Kabuki memiliki 2 jenis pementasan; yaitu Kabuki-odori dan Kabuki-geki. Pada jenis Kabuki-odori hanya berisikan tarian dan nyanyian, sedangkan pada Kabuki-geki terdapat unsur cerita didalamnya. Akibat dari kuasa dari era Shogun-Edo yang menekan pada cerita klasik peran keshogunan dan kepahlawanan yang kharismatik, pada masa kini hanya tersedia jenis Kabuki-geki yang terus berkembang sedangkan Kabuko-odori hilang secara perlahan.

Aneka Festival Unik Di Jepang

Terdapat aneka macam festival yang diselenggarakan di Jepang, baik itu yang jenisnya menikmati keindahan alam, hingga yang bercampur dengan bazaar. Satu festival terkenal di Jepang adalah Hanami, yang berarti ‘melihat bunga’, yang menjadi salah satu tradisi yang mengadakan acara berkumpul bersama keluarga atau teman dengan hamparan tikar sambil menikmati makanan dan minuman di bawah pohon sakura saat sedang bermekaran.

Selain festival menikmati alam, Jepang juga memiliki festival yang merupakan campuran dari pameran bazaar dan festival budaya. Jenis ini sering diadakan di Indonesia, seperti acara tahunan yang diadakan dengan bekerja sama dengan masyarakat Jepang yang tinggal di Indonesia, atau acara seni budaya yang juga rutin diadakan beberapa Universitas ternama, seperti UI, Binus, UNJ, dan beberapa Universitas lainnya. Acara ini biasa disebut dengan nama Bunkasai, sesuai dengan bahasa jepang dari festival. Bunkasai yang diadakan di Indonesia biasa banyak diisi dengan bazaar, stand makanan, acara perlombaan karaoke, Cosplay, hingga Obake (rumah hantu ala Jepang). Festival ini banyak diminati masyarakat, sehingga acaranya hampir selalu penuh hingga diliput oleh beberapa saluran TV penyiar berita. Bahkan dalam beberapa festival bertaraf internasional, beberapa kontestan yang memenangkan perlombaan seperti Cosplay banyak yang diterbangkan ke luar negeri seperti si Singapore, dan Amerika untuk kembali bertanding sebagai kontestan perwakilan dari Indonesia.